Sekolah Rakyat di Bekasi Ditargetkan Rampung Juni 2026, Bisa Tampung 1.080 Siswa

KSP Dudung Abdurachman meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Bekasi yang ditargetkan gratis bagi anak kurang mampu dan putus sekolah.

Senin, 18 Mei 2026 - 20:45 WIB
Sekolah Rakyat di Bekasi Ditargetkan Rampung Juni 2026, Bisa Tampung 1.080 Siswa
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Foto: Hallonews/Abdullah M

HALLONEWS.ID – Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Senin (18/5/2026).

Program Sekolah Rakyat disebut menjadi salah satu program unggulan Presiden untuk membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu hingga pelajar putus sekolah.

“Sekolah ini nantinya akan menampung anak-anak yang putus sekolah maupun yang belum mendapatkan akses pendidikan di tingkat SD, SMP, dan SMA,” kata Dudung di Cikarang Pusat, Bekasi, Senin (18/5/2026).

Menurut dia, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi saat ini sudah mencapai sekitar 65,2 persen. Pemerintah juga menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat setiap tahun dengan target jangka panjang mencapai 500 sekolah di seluruh Indonesia.

Saat ini, kata Dudung, sudah ada 93 Sekolah Rakyat yang dibangun dari nol di berbagai daerah.

Sekolah tersebut dirancang dengan konsep boarding school atau sekolah berasrama.

Seluruh kebutuhan siswa nantinya akan ditanggung pemerintah, mulai dari seragam, sepatu, makan, hingga kebutuhan pendidikan lainnya. “Sekolah ini gratis, termasuk makan dan kebutuhan siswa sehari-hari,” ujarnya.

Selain ruang belajar, fasilitas yang disiapkan juga disebut lengkap, mulai dari area olahraga hingga ruang penunjang aktivitas siswa. Dudung menilai kualitas bangunan dan sarana prasarana sekolah sudah sangat baik.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi sendiri menelan anggaran lebih dari Rp200 miliar dan ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026 agar bisa digunakan pada tahun ajaran baru.

Sekolah tersebut nantinya direncanakan mampu menampung sekitar 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Meski begitu, Dudung mengakui masih ada tantangan dalam penerapan sistem asrama, terutama bagi siswa sekolah dasar. Sebab, sebagian orang tua masih belum terbiasa melepas anak tinggal di lingkungan boarding school.

Namun menurutnya, setelah melihat fasilitas dan kenyamanan yang disiapkan pemerintah, banyak orang tua mulai memahami manfaat program tersebut dan bersedia menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat. (dul)