MBG Masuk Era Digital! BGN Luncurkan Aplikasi Reviu untuk Pantau Kualitas Makanan

BGN meluncurkan aplikasi Reviu MBG untuk memantau kualitas Program Makan Bergizi Gratis secara real-time. Sistem ini memungkinkan penerima manfaat menilai ketepatan distribusi, aroma, rasa, dan variasi menu makanan.

Rabu, 27 Mei 2026 - 7:30 WIB
MBG Masuk Era Digital! BGN Luncurkan Aplikasi Reviu untuk Pantau Kualitas Makanan
BGN memperkuat pengawasan Program MBG dengan meluncurkan aplikasi "Reviu MBG". Foto: BGN for Hallonews

HALLONEWS.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menghadirkan aplikasi digital bernama “Reviu MBG”. Platform ini dirancang untuk memantau kualitas makanan yang diterima masyarakat secara langsung dan berbasis laporan real-time dari lapangan.

Peluncuran aplikasi dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar pelayanan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk mendorong kedisiplinan mitra penyedia makanan dan pengawas gizi di berbagai daerah.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengatakan aplikasi tersebut memungkinkan penerima manfaat memberikan penilaian langsung terhadap makanan yang dibagikan setiap hari.

Menurut Sony, sistem pengawasan ini sengaja dibuat sederhana agar evaluasi dapat dilakukan segera setelah makanan diterima. Penilaian akan dilakukan oleh PIC (person in charge) yang ditunjuk di masing-masing lokasi penerima manfaat, seperti guru sekolah, pengurus pondok pesantren, hingga kader posyandu.

Melalui aplikasi itu, pengguna diminta memberikan evaluasi berdasarkan empat indikator utama, yakni ketepatan waktu distribusi, aroma makanan, cita rasa, serta variasi menu dibandingkan hari sebelumnya.

“Begitu makanan datang, penerima manfaat bisa langsung menilai apakah pengirimannya tepat waktu, kualitas aromanya baik, rasanya layak, dan menunya tidak monoton,” ujar Sony, Senin (26/5/2026).

BGN menyebut hasil penilaian tersebut nantinya akan menjadi bagian dari indikator performa atau Key Performance Indicator (KPI) bagi setiap SPPG yang menjalankan program MBG.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kontrol kualitas sekaligus mencegah munculnya persoalan terkait konsumsi makanan program pemerintah tersebut.

Meski begitu, Sony menegaskan aplikasi Reviu MBG pada tahap awal belum digunakan sebagai dasar pemberian sanksi terhadap penyelenggara layanan. Fokus utama saat ini disebut masih pada peningkatan kesadaran dan budaya evaluasi kualitas pelayanan.

“Untuk sekarang belum masuk tahap sanksi. Yang paling penting adalah membangun awareness agar kualitas layanan terus membaik,” katanya.

BGN juga memastikan sistem ini belum melibatkan lembaga eksternal seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM karena aplikasi lebih difokuskan pada penilaian langsung dari penerima manfaat terhadap makanan yang diterima.

Selain pengembangan aplikasi, BGN saat ini tengah menyiapkan dashboard pemantauan publik yang nantinya dapat menampilkan data kualitas layanan MBG di berbagai wilayah secara terbuka.

Dashboard tersebut direncanakan memuat informasi terkait tingkat keterlambatan distribusi, kualitas makanan, hingga persentase penilaian penerima manfaat di masing-masing daerah. (agn)