Kurban untuk Semua! Menag Tegaskan Non-Muslim Juga Boleh Terima Daging Iduladha

Menag Nasaruddin Umar menegaskan daging kurban Iduladha boleh dibagikan kepada non-Muslim. Menurutnya, kurban adalah bentuk kepedulian sosial untuk semua yang membutuhkan.

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:01 WIB
Kurban untuk Semua! Menag Tegaskan Non-Muslim Juga Boleh Terima Daging Iduladha
Kemenag for Hallonews foto : Menag Nasaruddin menegaskan pembagian daging kurban tidak hanya diperuntukkan bagi umat muslim, warga non muslim juga bisa menerima daging kurban.

HALLONEWS.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pembagian daging kurban pada Hari Raya Iduladha tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam.

Menurutnya, masyarakat non-Muslim juga memiliki hak untuk menerima manfaat dari hewan kurban, terutama mereka yang membutuhkan bantuan pangan dan asupan gizi.

Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin saat berada di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2026). Ia mengatakan semangat kurban sejatinya adalah berbagi kepada sesama tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.

“Non-Muslim juga berhak menerima daging kurban. Itulah nilai ajaran Islam yang mengedepankan kepedulian dan kemanusiaan,” ujar Nasaruddin.

Menurut dia, ribuan hewan kurban yang disembelih setiap Iduladha diharapkan dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat, termasuk kelompok kurang mampu di luar umat Islam.

Nasaruddin juga menyebut partisipasi dalam ibadah kurban tidak harus dibatasi berdasarkan agama tertentu. Ia menilai siapa pun dapat ikut berkontribusi membantu masyarakat melalui penyaluran hewan kurban maupun bantuan pangan.

“Kalau ada non-Muslim yang ingin ikut berpartisipasi membantu masyarakat lewat kurban atau penyediaan protein dan gizi, itu tentu tindakan yang baik dan patut diapresiasi,” katanya.

Ia mengungkapkan Masjid Istiqlal selama ini juga menerima bantuan hewan kurban dari sejumlah lembaga non-Muslim yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bagi Nasaruddin, esensi kurban bukan semata ritual keagamaan, melainkan bentuk solidaritas sosial agar tidak ada warga yang kekurangan makanan pada hari raya.

“Daging kurban itu bukan hanya untuk umat Islam, tapi untuk siapa saja yang membutuhkan bantuan,” tuturnya.

Menag turut mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya memastikan tidak ada orang yang kelaparan saat hari raya, termasuk mereka yang berbeda keyakinan.

Ia menilai pesan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan dalam Islam harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa pengecualian. (agn)