Dari Kostrad Hingga Menhan, Perjalanan Panjang Ryamizard Ryacudu Kini Telah Berakhir

Mantan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu meninggal dunia di usia 75 tahun. Sosok mantan KSAD ini dikenang atas pengabdian panjangnya di TNI.

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:49 WIB
Dari Kostrad Hingga Menhan, Perjalanan Panjang Ryamizard Ryacudu Kini Telah Berakhir
Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu semasa berdinas. meninggal dunia. Ryamizard Ryacudu meninggal dunia di usia 75 tahun. Foto: Hallonews

HALLONEWS.ID – Indonesia kehilangan salah satu tokoh penting di bidang pertahanan dan militer. Mantan Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) pukul 14.03 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Kabar wafatnya mantan Kepala Staf Angkatan Darat tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Menurut informasi yang diterima, Ryamizard mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di rumah sakit militer tersebut.

Kepergian Ryamizard menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang prajurit yang selama puluhan tahun mengabdikan diri untuk bangsa, baik di lingkungan TNI maupun pemerintahan.

Karier militernya berkembang pesat pada akhir dekade 1990-an. Setelah dipercaya memimpin Kodam V/Brawijaya, ia kemudian mendapat tugas sebagai Pangdam Jaya/Jayakarta. Pengalaman tersebut menjadi batu loncatan menuju jabatan yang lebih strategis di tubuh TNI.

Pada tahun 2000, Ryamizard dipercaya memimpin Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat sebagai Panglima Kostrad. Dua tahun kemudian, ia menduduki posisi tertinggi di Angkatan Darat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), jabatan yang diembannya hingga 2005.

Namanya juga pernah masuk dalam bursa calon Panglima TNI. Namun pada proses pemilihan saat itu, pemerintah akhirnya menunjuk Djoko Suyanto untuk memimpin TNI.

Selepas aktif di militer, Ryamizard tetap menjadi figur yang diperhitungkan di tingkat nasional. Namanya sempat disebut-sebut sebagai kandidat pendamping Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2014. Namun, Jokowi akhirnya memilih Jusuf Kalla sebagai pasangan politiknya.

Meski demikian, Ryamizard tetap mendapat kepercayaan masuk ke dalam kabinet dan menjabat Menteri Pertahanan pada periode 2014–2019. Selama memimpin kementerian tersebut, ia dikenal aktif mengampanyekan program Bela Negara sebagai salah satu upaya memperkuat kesadaran kebangsaan dan ketahanan nasional.

Atas dedikasinya, Ryamizard menerima berbagai penghargaan. Salah satunya adalah penghormatan tertinggi dari Legiun Veteran Republik Indonesia yang diberikan pada 2019 sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya kepada negara.

Pada tahun yang sama, ia menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Kementerian Pertahanan kepada Prabowo Subianto yang ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri Pertahanan periode berikutnya.

Penghargaan lain datang pada 2021 ketika Ryamizard menerima gelar Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Pertahanan dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia. Penganugerahan tersebut menjadi pengakuan atas kontribusinya dalam pemikiran dan pembangunan sistem pertahanan nasional.

Wafatnya Ryamizard Ryacudu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI, pemerintah, serta masyarakat yang mengenal kiprah dan pengabdiannya. Sosoknya akan dikenang sebagai prajurit yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk menjaga kedaulatan dan keamanan Indonesia. (agn)