Dino Patti Djalal Kritik Frekuensi Lawatan Prabowo: Rakyat Menunggu Sensitivitas dan Hasil Nyata
Dino Patti Djalal meminta Presiden Prabowo mengefektifkan agenda luar negeri dan memperkuat fokus pada kebutuhan dalam negeri di tengah harapan publik terhadap efisiensi dan akuntabilitas pemerintahan.

HALLONEWS.ID – Tingginya intensitas perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi bahan diskusi publik.
Kali ini, kritik datang dari Dino Patti Djalal yang menyampaikan pandangannya sebagai pemerhati hubungan internasional sekaligus tokoh diplomasi Indonesia.
“Diplomasi internasional tetap menjadi instrumen penting untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global,” ujarnya dalam keterangan pada Minggu (31/5/2026).
Namun, ia mengingatkan bahwa masyarakat juga menaruh harapan besar agar perhatian pemerintah tetap terfokus pada berbagai persoalan domestik yang sedang dihadapi bangsa.
Lanjutnya, dalam pandangannya, satu tahun ke depan dapat menjadi momentum bagi Presiden untuk lebih banyak menerima tamu negara di Indonesia dibanding melakukan perjalanan ke luar negeri.
“Strategi tersebut dinilai mampu menjaga hubungan diplomatik sekaligus memberikan efisiensi dari sisi biaya dan waktu,” katanya.
Ia juga mendorong optimalisasi peran Menteri Luar Negeri dalam menjalankan berbagai misi diplomatik yang bersifat teknis.
“Dengan pembagian tugas yang lebih efektif, agenda internasional Indonesia tetap berjalan tanpa harus selalu bergantung pada kehadiran langsung kepala negara,” jelasnya.
Selain soal efisiensi, Dino menekankan pentingnya akuntabilitas dan keterbukaan informasi kepada publik.
Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui arah, tujuan, serta hasil dari setiap aktivitas diplomasi yang dilakukan pemerintah.
“Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian dan tantangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat, publik berharap setiap langkah pemimpin negara mencerminkan sensitivitas, kepatutan, dan keberpihakan pada kepentingan rakyat,” tandasnya.
“Diplomasi yang berhasil adalah diplomasi yang mampu menghadirkan manfaat konkret bagi Indonesia sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan nasional,” tambahnya. (fer)
