Mulai Besok, LRT Jabodebek Tambah Perjalanan Pagi dari Bekasi dan Cibubur

KAI menambah perjalanan LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi menyusul lonjakan penumpang dari Bekasi dan Cibubur. Stasiun Harjamukti menjadi titik keberangkatan tersibuk.

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:34 WIB
Mulai Besok, LRT Jabodebek Tambah Perjalanan Pagi dari Bekasi dan Cibubur
PT KAI for Hallonews foto: LRT Jabodebek. KAI akan menambah perjalanan LRT Jabodebek pada jam sibuk.

HALLONEWS.ID – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah frekuensi perjalanan LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi untuk mengakomodasi lonjakan penumpang menuju pusat bisnis dan perkantoran di Ibu Kota dari Bekasi dan Cibubur.

Mulai 8 hingga 12 Juni 2026, KAI mengoperasikan perjalanan tambahan atau Kereta Luar Biasa (KLB) sebagai bagian dari uji coba peningkatan layanan. Langkah ini diambil setelah tingginya jumlah pengguna pada sejumlah stasiun keberangkatan utama di koridor Bekasi dan Cibubur.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengatakan kepadatan penumpang paling terasa pada rentang waktu 06.00 hingga 08.00 WIB, saat ribuan komuter bergerak menuju Jakarta untuk bekerja maupun beraktivitas.

“Kami melihat adanya peningkatan kepadatan pengguna pada jam sibuk pagi, terutama dari stasiun-stasiun yang berada di kawasan penyangga Jakarta,” kata Radhitya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/6/2026).

Dalam skema uji coba tersebut, perjalanan tambahan relasi Jatimulya-Dukuh Atas BNI dijadwalkan berangkat pukul 07.14 WIB. Kereta ini akan mengisi sela di antara jadwal reguler pukul 07.08 WIB dan 07.16 WIB.

Sementara itu, relasi Harjamukti-Dukuh Atas BNI mendapat tambahan perjalanan pada pukul 07.24 WIB, di antara jadwal reguler pukul 07.22 WIB dan 07.30 WIB.

Data operasional LRT Jabodebek menunjukkan Stasiun Harjamukti di Cibubur menjadi titik keberangkatan tersibuk pada pagi hari. Rata-rata lebih dari 6.200 penumpang menggunakan stasiun tersebut setiap hari saat jam berangkat kerja.

Di wilayah Bekasi, Stasiun Jatimulya melayani hampir 2.800 pengguna per hari, sementara Stasiun Jatibening Baru mencatat lebih dari 2.600 pengguna harian pada periode yang sama. Stasiun Cikunir 1 juga menjadi salah satu titik padat lebih dari 3.200 penumpang setiap pagi.

Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di kawasan penyangga Jakarta semakin mengandalkan transportasi publik berbasis rel untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Berbagai proyek perumahan hingga kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD) terus tumbuh di wilayah Bekasi dan Cibubur. Kondisi ini membuat kebutuhan transportasi massal yang cepat dan terintegrasi semakin tinggi.

Selain stasiun keberangkatan, lonjakan pengguna juga terlihat di Stasiun Cikoko yang menjadi titik integrasi dengan KRL Commuter Line dan Transjakarta. Setiap pagi, ribuan penumpang memanfaatkan stasiun tersebut untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah Jakarta.

KAI berharap penambahan perjalanan ini dapat membantu mengurai kepadatan penumpang, mempercepat distribusi pengguna, serta meningkatkan kenyamanan selama jam sibuk.

Langkah tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Bekasi dan Cibubur kini semakin berperan sebagai salah satu pusat komuter terbesar yang menopang aktivitas ekonomi DKI Jakarta selama ini. (dul)