Wakil Ketua DPRD Depok Ajak Pedagang Wujudkan Pasar Tradisional yang Bersih dan Miliki Daya Tarik
Wakil Ketua DPRD Depok Yeti Wulandari mengajak pedagang mewujudkan pasar tradisional yang bersih, nyaman, tertata, dan memiliki daya tarik guna meningkatkan kunjungan masyarakat serta perekonomian rakyat.

HALLONEWS.ID – Seluruh pedagang diminta bersama-sama mewujudkan pasar tradisional yang bersih, tertata, nyaman, dan memiliki daya tarik bagi masyarakat. Karena kondisi pasar yang baik menjadi faktor penting dalam meningkatkan jumlah pengunjung dan menggerakkan roda perekonomian rakyat.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Depok Hj Yeti Wulandari saat sambutan di Musyawarah Daerah (Musda), Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia di Pasar Agung, Sukmajaya, Kota Depok, pada awal pekan ini.
Di kesempatan tersebut, Yeti menyampaikan bahwa menjaga kebersihan pasar bukan semata mata tugas Pemerintah Kota Depok, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pengelola pasar, dan para pedagang.
“Kalau kita ingin masyarakat semakin tertarik datang dan belanja di pasar tradisional, maka kebersihan harus menjadi perhatian bersama. Pasar yang bersih dan nyaman akan memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi konsumen,” kata perempuan berparas cantik itu.
Selain kebersihan, menurut politisi Gerindra tersebut, pasar tradisional perlu menghadirkan suasana yang tertata dan ramah bagi pengunjung. Bahkan, ia mencontohkan Pasar Beringharjo, Yogyakarta, mampu menjadi salah satu destinasi belanja favorit sekaligus menjadi daya tarik wisata karena adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan para pedagang dalam menjaga kualitas serta tata kelola pasar.
Konsep serupa perlu diterapkan di berbagai pasar tradisional di Kota Depok agar mampu bersaing dan menjadi pilihan utama masyarakat.
Yeti juga menyoroti fenomena masih banyaknya pedagang yang berjualan di luar area pasar meski pemerintah sudah membangun fasilitas pasar dengan anggaran yang tidak sedikit. Kondisi itu dinilai berdampak pada berkurangnya jumlah pembeli yang masuk ke area pasar.
Dia pun mencontohkan kondisi Pasar Cisalak yang telah memiliki bangunan dan fasilitas memadai, tetapi masih menghadapi tantangan karena sebagian pedagang memilih berdagang di luar kawasan pasar.
“Bangunan pasarnya sudah bagus dan didesain dengan baik. Namun banyak pedagang berjual di luar, konsumen cenderung berbelanja di luar dan enggan masuk ke dalam pasar. Akibatnya, pedagang yang sudah menempati kios di dalam justru menjadi pihak yang dirugikan,” paparnya.
Bukan hanya Pasar Cisalak, kata Yeti, pembangunan Pasar Sawangan merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi. Dirinya berharap pasar tersebyt dapat tertata dengan baik serta seluruh kios yang tersedia dapat terisi oleh para pedagang.
Demi mewujudkan hal itu, ia meminta dukungan APPSI agar turut mengedukasi pedagang yang masih berjualan di luar area pasar untuk menempati kios yang telah disediakan. “Langkah tersebut penting demi menciptakan pasar yang lebih tertib, nyaman dqn memberikan manfaat yang merata bagi seluruh pelaku usaha,” imbuhnya.
Yeti berkeinginan setiap pasar tradisional di Kota Depok memiliki identitas dan ciri khas tersendiri yang mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan. Dengan karakter yang kuat, pasar tradisional tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan, namun juga menjadi bagian dari destinasi ekonomi dan budaya daerah.
“DPRD dan Pemkot Depok akan terus berkolaborasi dengan pedagang dalam mewujudkan pasar tradisional yang bersih, nyaman, tertata, serta menjadi kebanggaan masyarakat Kota Depok,” pungkasnya.(jan)
