Angka Stunting di Kota Bogor Tembus 1.526 Anak, Wali Kota Akui Terjadi Kenaikan
Jumlah balita stunting di Kota Bogor kembali meningkat menjadi 1.526 anak pada Februari 2026. Pemkot Bogor terus mengoptimalkan intervensi dan konvergensi program untuk menekan kasus stunting baru.

HALLONEWS.ID – Jumlah balita stunting di Kota Bogor kembali mengalami peningkatan. Berdasarkan data Bulan Penimbangan Balita (BPB) Februari 2026, tercatat sebanyak 1.526 anak mengalami stunting, naik dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 1.491 anak.
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Agnes Andriani Kartika Sari, mengatakan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bogor terus berupaya menekan angka stunting melalui berbagai intervensi dan konvergensi program yang komprehensif.
“Berdasarkan data Bulan Penimbangan Balita (BPB) Februari 2025, jumlah balita stunting di Kota Bogor mencapai 1.525 anak. Pada Agustus 2025 turun menjadi 1.491 anak. Namun pada BPB Februari 2026 kembali naik menjadi 1.526 anak,” ujar Agnes usai dilakukan _kick off_ pemberian bantuan bagi balita stunting di tiga kelurahan di Kecamatan Bogor Barat, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, berbagai program penanganan stunting didukung pendanaan dari APBD Kota Bogor, bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) pihak swasta, serta dukungan berbagai sektor lainnya.
Meski angka stunting kembali meningkat, Agnes mengungkapkan terdapat lebih dari 500 anak yang telah dinyatakan lulus stunting. Karena itu, intervensi terhadap kasus-kasus baru tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Selain itu, data BPB juga telah disandingkan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Hasilnya menunjukkan sebanyak 392 balita stunting berada pada kelompok desil 1 hingga 5.

Foto: hallonews/yopy
Sementara itu, sebanyak 202 balita berada pada desil 6 hingga 10, sedangkan 818 balita lainnya belum terdata dalam DTSEN.
“Kami bersama Dinas Sosial akan terus melakukan ground check untuk memetakan mereka berada pada desil berapa,” tutup Agnes.
Sementata itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin
tidak membantah angka stunting di Kota Bogor terus mengalami peningkatan.
Ia menjelaskan kasus stunting di Kota Bogor mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Sempat mengalami, penurunan, namun kembali muncul kasus-kasus stunting baru dengan jumlah yang lebih tinggi.
“Sebanyak 30 balita insya Allah akan diintervensi selama enam bulan ke depan dari sisi gizi melalui pemberian makanan yang bermutu bagi anak-anak yang diduga atau berpotensi mengalami stunting,” ujar Jenal Mutaqin. (opy)
