Monumen Lady Raffles hingga Museum Zoologi, Kebun Raya Bogor Tawarkan Wisata Sejarah dan Edukasi
Kebun Raya Bogor tidak hanya menjadi ruang hijau, tetapi juga destinasi wisata sejarah dan edukasi dengan Monumen Lady Raffles, Museum Zoologi, serta beragam peninggalan bersejarah

HALLONEWS.ID – Kebun Raya Bogor tetap menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang menawarkan perpaduan keindahan alam, nilai sejarah, dan edukasi.
Suasana kawasan yang rindang dan sejuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung untuk menikmati berbagai objek bersejarah yang tersebar di dalamnya.
Salah satu lokasi yang menarik perhatian wisatawan adalah Monumen Lady Raffles. Di kawasan tersebut, sejumlah pengunjung tampak berhenti untuk mengamati monumen sekaligus membaca informasi yang tersedia.
Beberapa di antaranya juga mengabadikan momen dengan berfoto sebagai dokumentasi kunjungan.
Meski ramai didatangi wisatawan, suasana di sekitar monumen tetap tertib. Pengunjung dapat menikmati hamparan pepohonan hijau khas Kebun Raya Bogor sambil menyusuri berbagai titik bersejarah yang ada di kawasan tersebut.
Monumen Lady Raffles menjadi salah satu ikon yang memiliki daya tarik tersendiri karena menyimpan nilai sejarah sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
Selain monumen tersebut, Kebun Raya Bogor juga memiliki sejumlah fasilitas dan peninggalan bersejarah yang mendukung kegiatan penelitian, konservasi, pendidikan, serta pariwisata.
Salah satu fasilitas edukasi yang banyak dikunjungi adalah Museum Zoologi. Pengelola Kebun Raya Bogor, Zalpa, menjelaskan bahwa bangunan tersebut pada awalnya difungsikan sebagai laboratorium penelitian hama.
“Saat ini museum tersebut menyimpan berbagai koleksi hewan yang diawetkan untuk keperluan edukasi dan penelitian,” ujar Zalpa dikutip wartawan media ini Jumat (3/7/2026).
Selain Museum Zoologi, terdapat sejumlah lokasi lain yang menjadi favorit wisatawan.
Di antaranya area belakang Istana Bogor, taman teratai, pohon jodoh, serta makam keramat yang dipercaya sebagian masyarakat sebagai makam Ratu Galuh, istri Prabu Siliwangi.
Dalam catatan sejarah, tokoh yang berperan penting dalam pendirian Kebun Raya Bogor adalah Caspar Georg Karl Reinwardt.
Ia menggagas pengumpulan berbagai jenis tanaman bernilai ekonomi sebagai bahan penelitian.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasanya, Pemerintah Jerman menghadiahkan sebuah tugu yang didirikan di kawasan Kebun Raya Bogor pada tahun 2006.
Setelah Indonesia merdeka, Kebun Raya Bogor terus berkembang menjadi pusat penelitian nasional yang memiliki fungsi sebagai kawasan konservasi, pendidikan, penelitian, dan pariwisata.
“Hingga saat ini, Kebun Raya Bogor juga berperan sebagai sumber oksigen, daerah resapan air, dan penyedia jasa lingkungan yang sangat penting bagi Kota Bogor,” kata Zalpa.
Keberadaan Kebun Raya Bogor dinilai memiliki arti penting, tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai kawasan konservasi yang menyimpan kekayaan hayati, nilai sejarah, dan manfaat ekologis.
Karena itu, upaya pelestarian kawasan ini perlu terus dilakukan agar fungsi lingkungan, pendidikan, dan warisan sejarahnya tetap terjaga bagi generasi mendatang. (opy)
