BK DPRD DKI Didesak Periksa Kenneth, Ray Rangkuti Sebut Kepercayaan Publik Dipertaruhkan
Pengamat politik Ray Rangkuti meminta Hardiyanto Kenneth menyampaikan permintaan maaf kepada publik. BK DPRD DKI juga didesak segera memeriksa dugaan pelanggaran etik.

HALLONEWS.ID – Perdamaian antara anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth dengan petugas kepolisian usai insiden di jalur Transjakarta kawasan Pesing, Jakarta Barat, dinilai belum mengakhiri seluruh persoalan.
Pengamat politik Ray Rangkuti menegaskan masih ada tanggung jawab moral yang harus dipenuhi kepada masyarakat.
Menurut Ray, langkah paling tepat saat ini adalah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka agar polemik tidak terus bergulir dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap citra lembaga legislatif maupun partai politik yang menaunginya.
“Permintaan maaf dari yang bersangkutan penting dilakukan agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Jika dibiarkan, yang dipertaruhkan bukan hanya nama pribadi, tetapi juga kehormatan partai dan institusi DPRD,” ujar Ray di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Ia juga menilai Fraksi PDI Perjuangan sebaiknya ikut mendampingi proses penyampaian klarifikasi kepada publik sebagai bentuk tanggung jawab politik.
Ray mengingatkan tata tertib dan kode etik DPRD memberikan ruang kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta untuk memanggil anggota dewan yang tindakannya memicu perhatian atau penilaian negatif dari masyarakat.
Karena itu, ia meminta BK DPRD tidak menunda langkah pemeriksaan terhadap pihak yang bersangkutan.
“BK DPRD mempunyai dasar untuk meminta penjelasan. Yang dibutuhkan sekarang adalah kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi sehingga publik memperoleh gambaran yang utuh,” katanya.
“Pemeriksaan etik bukan dimaksudkan untuk menghakimi, melainkan memastikan akuntabilitas anggota dewan tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif tidak semakin menurun,” tandasnya.
Sebelumnya, Satlantas Polres Metro Jakarta Barat mengungkap pengemudi mobil berpelat ZZH yang terlibat perselisihan dengan petugas di kawasan Traffic Light Pesing merupakan Hardiyanto Kenneth, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan.
Wakil Kepala Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Muhammad Ilham, menjelaskan persoalan tersebut telah dimediasi. Kenneth disebut telah bertemu langsung dengan anggota kepolisian yang bertugas bersama perwakilan Transjakarta.
“Hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan saling memaafkan,” ujar Ilham.
Meski demikian, kepolisian memastikan penanganan administrasi belum sepenuhnya selesai.
Laporan kejadian telah diteruskan kepada pimpinan dan saat ini masih menunggu arahan dari Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya terkait langkah lanjutan.
Berdasarkan hasil pendalaman polisi, insiden bermula pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 17.45 WIB ketika petugas Satlantas bersama personel TNI melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sementara jalur Transjakarta menggunakan water barrier.
Pengendara mobil berpelat ZZH kemudian meminta akses jalur dibuka. Setelah permintaan itu ditolak karena rekayasa lalu lintas sedang berlangsung, pengemudi diduga tetap memaksa melintas hingga terjadi adu mulut dengan petugas.
Situasi sempat memanas sebelum akhirnya berhasil diredam oleh personel TNI dan anggota patroli yang berada di lokasi sehingga keributan tidak meluas dan mengganggu pengguna jalan lainnya. (fer)
