Kabel Semrawut di Jalan Raya Bogor-Jakarta Ditertibkan
Pemkab Bogor bersama APJATEL mulai merapikan kabel udara semrawut di Jalan Raya Bogor-Jakarta sepanjang 18 kilometer. Penataan ditargetkan selesai dalam lima hari sebagai langkah menuju jaringan utilitas bawah tanah.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) mulai merapikan kabel udara yang semrawut di sepanjang Jalan Raya Bogor-Jakarta.
Langkah ini dilakukan untuk mempercantik kawasan sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Penataan dilakukan di ruas Jalan Raya Bogor-Jakarta sepanjang sekitar 18 kilometer, mulai dari perbatasan Kota Bogor hingga perbatasan Kota Depok yang berada di wilayah Kabupaten Bogor.
Koordinator Daerah APJATEL, Mauliana, mengatakan pekerjaan telah memasuki hari kedua. Kegiatan dimulai sejak Selasa (7/7/2026) dan dilaksanakan setiap hari pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.
Menurutnya, perapian dilakukan terhadap kabel-kabel yang selama ini menggantung tidak beraturan dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di sepanjang jalur tersebut.
“Kondisi kabel yang semrawut dikhawatirkan mengganggu lalu lintas. Di sepanjang ruas ini juga banyak kawasan industri sehingga penataannya dilakukan agar aktivitas masyarakat dan dunia usaha tetap berjalan dengan baik,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Mauliana menjelaskan, tahap awal pekerjaan difokuskan pada perapian kabel udara di sepanjang Jalan Raya Bogor-Jakarta sesuai arahan Bupati Bogor.
Ke depan, APJATEL juga telah menyiapkan rencana pemindahan jaringan utilitas ke bawah tanah apabila telah memperoleh instruksi dan seluruh persyaratan yang diperlukan telah terpenuhi.
“Saat ini kami fokus merapikan kabel. Jika nanti ada instruksi untuk penurunan jaringan, tentu akan kami laksanakan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bogor, Bambang Widadi, mengatakan penataan kabel merupakan bagian dari program penataan kawasan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Bogor.
Ia menjelaskan, meski Jalan Raya Bogor-Jakarta berstatus sebagai jalan nasional, penataan tetap dilakukan karena keberadaan kabel udara yang semrawut memengaruhi estetika kawasan di wilayah Kabupaten Bogor.
“Pemerintah Kabupaten Bogor juga telah mendorong para operator melalui APJATEL agar ke depan jaringan utilitas di ruas ini dapat dipindahkan ke bawah tanah. Namun pelaksanaannya masih menunggu proses perizinan,” jelasnya.
Memasuki hari kedua pelaksanaan, tim penataan telah mencapai wilayah Kecamatan Sukaraja.
Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan membagi personel di beberapa titik agar proses perapian berlangsung lebih cepat.
Bambang optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima hari.
“Hari ini mudah-mudahan bisa sampai wilayah Kandang Roda. Dari arah Flyover Cibinong juga ada tim yang bekerja sehingga penanganan dibagi di beberapa titik. Targetnya sekitar lima hari seluruh penataan selesai,” tuturnya.
Melalui program ini, Pemkab Bogor berharap wajah Jalan Raya Bogor-Jakarta menjadi lebih rapi, indah, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas. (opy)
