Profil AKBP Martua Silitonga, Mantan Kapolres Cilegon yang Dipromosikan Jadi Wadirresnarkoba Polda Metro
Kapolri menunjuk AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga sebagai Wadirresnarkoba Polda Metro Jaya. Simak rekam jejak mantan Kapolres Cilegon yang berpengalaman menangani kasus narkotika.

HALLONEWS.ID – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali memberikan kepercayaan kepada AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga.
Perwira menengah Polri yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Cilegon itu kini resmi dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Wakil Direktur Reserse Narkoba (Wadirresnarkoba) Polda Metro Jaya.
Penunjukan tersebut merupakan bagian dari rotasi, mutasi, dan promosi jabatan terhadap 1.121 personel Polri yang tertuang dalam tujuh Surat Telegram Kapolri tertanggal 25 Juni 2026.
Dalam mutasi tersebut, terdapat enam perwira berpangkat Komisaris Besar (Kombes) Polri dan 14 perwira berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) yang memperoleh promosi maupun penugasan baru.
Penempatan Martua Silitonga di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dinilai sejalan dengan rekam jejak kariernya.
Selama bertugas di Korps Bhayangkara, ia dikenal memiliki pengalaman panjang dalam menangani kasus narkotika serta kejahatan transnasional.
Salah satu jabatan strategis yang pernah diembannya adalah Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta.
Posisi tersebut menempatkannya di salah satu pintu masuk internasional tersibuk di Indonesia yang kerap menjadi jalur penyelundupan narkotika oleh jaringan lintas negara.
Pengalaman menghadapi beragam modus penyelundupan narkoba membentuk Martua sebagai penyidik yang dikenal disiplin, cermat, dan mengedepankan profesionalisme dalam setiap penanganan perkara.
Kariernya kemudian berlanjut saat dipercaya memimpin Polres Cilegon, wilayah strategis yang mencakup kawasan industri nasional serta Pelabuhan Merak sebagai jalur utama penghubung Pulau Jawa dan Sumatera.
Selama menjabat sebagai Kapolres Cilegon, Martua aktif membangun sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, kejaksaan, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Ia juga konsisten menanamkan nilai integritas, disiplin, dan pelayanan publik kepada seluruh personel di jajarannya.
Selain pengalaman operasional di lapangan, Martua memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia menyandang gelar Doktor setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum, Sarjana Ilmu Kepolisian, dan Magister Sains.
Kombinasi pengalaman panjang di bidang reserse dan bekal akademik tersebut menjadi modal penting dalam mengemban tugas sebagai Wadirresnarkoba Polda Metro Jaya, yang memiliki tantangan besar dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah ibu kota dan sekitarnya.
Saat dikonfirmasi mengenai amanah barunya, Martua menyampaikan respons singkat.
“Terima kasih, dan mohon doanya,” ujarnya kepada Hallonews.id, Rabu (15/7/2026).
Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus upaya meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.
Menurut Trunoyudo, mutasi merupakan mekanisme pembinaan karier yang bertujuan memperkuat profesionalisme, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. (fer)
