Ribuan Warga Padati Gedung Juang, Nobar Final Piala Dunia 2026 Jadi Pesta Rakyat Bekasi
Nobar Final Piala Dunia 2026 di Gedung Juang Bekasi berlangsung meriah. Ada UMKM, sembako, hiburan, hingga hadiah motor.

HALLONEWS.ID – Ribuan warga memadati halaman Museum Gedung Juang Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Senin (20/7) dini hari. Mereka menyaksikan laga final Piala Dunia 2026 dalam kegiatan nonton bareng (nobar) dikemas Pesta Rakyat Kabupaten Bekasi.
Kegiatan hasil kolaborasi Kodim 0509/Kabupaten Bekasi bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi itu tak sekadar menghadirkan layar lebar untuk menyaksikan pertandingan sepak bola terbesar di dunia.
Beragam aktivitas turut disuguhkan, mulai dari bazar UMKM, pasar murah, senam bersama, panggung hiburan, pembagian 1.000 paket sembako, hingga undian berhadiah dengan hadiah utama satu unit sepeda motor.
Konsep tersebut membuat kawasan Museum Gedung Juang di Jalan Sultan Hasanudin itu dipenuhi masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Bekasi yang datang bersama keluarga untuk menikmati suasana pesta rakyat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, kegiatan itu sengaja dirancang sebagai ruang kebersamaan bagi masyarakat.
Menurut dia, selain menyaksikan pertandingan final Piala Dunia, warga juga dapat menikmati berbagai hiburan sekaligus mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ternyata di acara ini ada bazar, ada UMKM, panggung hiburan, senam gembira. Semuanya bisa dinikmati masyarakat. Nanti juga harus nonton sampai selesai karena ada hadiah utama motor,” kata Asep.
Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan warga Kabupaten Bekasi.
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi diharapkan dapat terus menghadirkan kegiatan serupa yang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Semakin malam semakin banyak penontonnya. Siapa tahu nanti pulangnya bawa motor. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh masyarakat yang hadir dalam Pesta Rakyat Kabupaten Bekasi. Semoga mendapat keberuntungan dan hadiah yang bermanfaat bagi keluarga,” ujarnya.
Menurut Asep, pesta rakyat juga menjadi ruang publik yang mempererat silaturahmi antarwarga. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada ajang olahraga internasional berikutnya.
“Siapa pun yang menang, saya tetap Indonesia. Makanya saya pakai baju merah. Mudah-mudahan tahun depan kegiatan seperti ini bisa kembali diselenggarakan, bahkan hadiahnya bisa lebih besar lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf. Michael Ronald Simbolon mengatakan, kegiatan tersebut awalnya hanya direncanakan sebagai nonton bareng sederhana.
Namun, berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, konsepnya berkembang menjadi pesta rakyat yang mampu menarik ribuan warga.
Menurut Michael, Museum Gedung Juang dipilih sebagai lokasi karena mudah dijangkau masyarakat. Antusiasme warga pun terus meningkat sejak babak perempat final hingga pertandingan puncak Piala Dunia 2026.
“Awalnya nobar biasa, tetapi Alhamdulillah mendapat dukungan dari Pemkab Bekasi sehingga kegiatan ini bisa lebih besar. Antusias masyarakat luar biasa. Ini jadi awal baik sehingga setiap ada pertandingan besar, baik Piala Dunia maupun kejuaraan lainnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sinergi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Bekasi menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat persatuan.
“Semoga masyarakat bisa menikmati kegiatan ini tanpa ada pembeda. Mari bersama-sama membangun Kabupaten Bekasi agar semakin baik dan semakin sejahtera di bawah kepemimpinan Bapak Plt Bupati,” tegasnya. (adv)
