Dedie Rachim Ajak 300 Ribu Pelajar Kota Bogor Tanam Pohon Demi Generasi Emas 2045

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengajak seluruh pelajar menanam pohon sebagai gerakan peduli lingkungan. Program ini disiapkan sebagai kebijakan baru untuk mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045

Rabu, 22 Juli 2026 - 6:00 WIB
Dedie Rachim Ajak 300 Ribu Pelajar Kota Bogor Tanam Pohon Demi Generasi Emas 2045
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim bersama pelajar tanam pohon di bantaran sungai. (Hallonews/yopy)

HALLONEWS.ID – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengajak ratusan pelajar untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon dan aksi bersih-bersih sungai di kawasan Jalan Paledang hingga Kali Cipakancilan, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan yang diikuti siswa SMP Negeri 7 Kota Bogor dan SMP BPK Penabur tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Herry Karnadi serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor Rudy Mashudi.

Dalam kesempatan itu, Dedie mengatakan aksi penanaman pohon merupakan langkah awal menuju penerapan kebijakan baru yang akan melibatkan seluruh pelajar, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA, agar aktif berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan.

“Menanam pohon menjadi simbol kepedulian dan kecintaan kita terhadap lingkungan. Kita ingin menjaga Kota Bogor agar menjadi kota yang semakin baik di masa depan,” ujar Dedie.

Menurutnya, Kota Bogor memiliki sekitar 300 ribu pelajar. Apabila setiap siswa menanam dan merawat setidaknya satu pohon selama masa pendidikan, dampaknya akan sangat besar bagi kelestarian lingkungan sekaligus menjadi investasi bagi generasi mendatang.

Ia menilai kebiasaan menjaga lingkungan harus ditanamkan sejak dini agar menjadi budaya yang terus diwariskan.

Dedie juga menegaskan gerakan penanaman pohon melengkapi berbagai program pemerintah di bidang pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Garuda, Sekolah Rakyat, hingga Sekolah Maung.

Menurutnya, keberhasilan program pendidikan tidak hanya ditentukan oleh aspek akademik dan pemenuhan gizi, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi tumbuh kembang peserta didik.

“Lingkungan yang kondusif akan mendukung para siswa dalam meraih cita-cita serta mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045,” katanya.

Di hadapan para pelajar, Dedie mengingatkan bahwa mereka merupakan calon pemimpin masa depan yang memiliki tanggung jawab menjaga keluarga, masyarakat, dan lingkungan.

Melalui sosialisasi sejak sekarang, ia berharap kebijakan wajib menanam pohon nantinya dapat diterima dengan baik karena telah menjadi kebiasaan di lingkungan sekolah.

Usai penanaman pohon, Dedie bersama jajaran Pemerintah Kota Bogor melanjutkan kegiatan korvei atau pembersihan sampah di aliran Kali Cipakancilan.

Pada kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi kepedulian warga setempat, salah satunya Uya, yang selama sekitar 15 tahun secara konsisten memilah sampah sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan. (opy)