Reservoir Raksasa Sudah Siap, DPRD DKI Minta PAM JAYA Percepat Sambungan Air ke Rumah Warga

Ketua Komisi B DPRD DKI Nova Harivan Paloh menilai percepatan sambungan rumah menjadi kunci menekan angka kehilangan air PAM JAYA.

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:47 WIB
Reservoir Raksasa Sudah Siap, DPRD DKI Minta PAM JAYA Percepat Sambungan Air ke Rumah Warga
Komisi B DPRD DKI Jakarta melakukan inspeksi ke reservoir PAM JAYA di Cilincing untuk memastikan kesiapan infrastruktur air bersih sekaligus mengevaluasi strategi penurunan NRW. Foto: Hallonews/Feris Pakpahan.

HALLONEWS.ID – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta memberikan perhatian serius terhadap strategi PAM JAYA dalam mengurangi Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air.

Salah satu langkah yang menjadi sorotan adalah rencana perusahaan mencari mitra investasi melalui market sounding untuk mempercepat penggantian jaringan pipa dengan kebutuhan dana mencapai Rp22,8 triliun.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, mengatakan kunjungan lapangan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai tantangan yang dihadapi PAM JAYA dalam meningkatkan kualitas layanan air perpipaan.

Menurut Nova, reservoir berkapasitas sekitar 5 juta liter di Pondok Kopi dan 20 juta liter di Cilincing menjadi infrastruktur penting untuk memperkuat distribusi air bersih, khususnya bagi wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

“Dalam pemaparannya, Direksi PAM JAYA juga menjelaskan bahwa persoalan kehilangan air tidak semata-mata disebabkan oleh kebocoran pipa,” kata Nova kepada wartawan Selasa (21/6/2026).

NRW, kata Nova, terdiri atas tiga komponen utama, yakni konsumsi resmi yang belum ditagihkan, kehilangan komersial, serta kehilangan fisik pada jaringan distribusi.

Temuan tersebut, menurutnya, menjadi pemahaman baru bahwa upaya menekan kehilangan air harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui perbaikan jaringan pipa.

Nova juga mengingatkan agar air yang sudah diproduksi tidak berhenti di jaringan distribusi, melainkan segera tersalurkan ke rumah-rumah pelanggan melalui percepatan pemasangan sambungan baru.

“Jangan sampai air hanya tersimpan di jaringan tanpa dimanfaatkan masyarakat. Semakin banyak sambungan rumah yang terpasang, semakin besar peluang menekan angka kehilangan air,” ujarnya.

“PAM JAYA harus terus mencari solusi jangka panjang, termasuk menyiapkan skema pendanaan untuk mengganti jaringan pipa lama yang membentang sekitar 13.000 kilometer di Jakarta,” tambahnya.

Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin menegaskan bahwa penurunan NRW menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam meningkatkan efisiensi layanan air minum perpipaan.

Arief menjelaskan penghitungan NRW mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri PUPR Nomor 18 Tahun 2007, yang membagi kehilangan air ke dalam tiga kategori, yaitu konsumsi resmi yang belum ditagihkan, kehilangan komersial, dan kehilangan fisik.

“Untuk mendukung program tersebut, PAM JAYA menargetkan market sounding dapat dimulai pada Desember 2026 sebagai tahap awal menjajaki peluang investasi penggantian jaringan pipa,” jelas Arief.

Menurut Arief, nilai investasi yang mencapai sekitar Rp22,8 triliun membuat perusahaan harus berhitung secara cermat agar proyek tersebut tetap memberikan manfaat ekonomi melalui skema kerja sama business to business (B2B).

Ia memastikan kondisi keuangan PAM JAYA saat ini tetap sehat. Karena itu, seluruh proses investasi akan dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu kinerja perusahaan sekaligus mampu mempercepat peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, masukan dari Komisi B DPRD DKI Jakarta akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menyusun langkah strategis agar program penurunan kehilangan air dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Ia menegaskan kondisi keuangan PAM JAYA saat ini masih sehat sehingga setiap keputusan investasi harus dilakukan secara matang.

“Karena itu seluruh perhitungan harus dilakukan secara sangat hati-hati agar program ini berjalan dengan baik, sesuai arahan Ketua Komisi B dan masukan dari seluruh anggota Komisi B yang hari ini melakukan kunjungan,” pungkasnya. (fer)