Pemkot Bogor Andalkan Creative Financing, Proyek PSEL Ditargetkan Beroperasi pada 2028
Pemkot Bogor terus mengembangkan skema creative financing untuk mempercepat pembangunan tanpa bergantung pada APBD, termasuk mendukung proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperluas penerapan skema creative financing atau pembiayaan kreatif sebagai strategi mempercepat pembangunan tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Melalui pendekatan ini, pemerintah berupaya membuka peluang pendanaan dari berbagai sumber yang sah dan inovatif untuk mendukung program-program prioritas.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat menghadiri Forum Konsultasi Publik dan Dialog Kemitraan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat III di Aula Kujang Cakra Buana, Kantor Wilayah DJP Jawa Barat III, Jalan Juanda, Kota Bogor.
Dedie mengatakan, pembiayaan alternatif menjadi solusi agar pembangunan tetap berjalan secara berkelanjutan meski memiliki keterbatasan anggaran daerah.
Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam mewujudkan program strategis yang berdampak bagi masyarakat.
Salah satu implementasi skema tersebut adalah pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2028. Proyek ini diharapkan mampu menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan energi ramah lingkungan.
“Salah satunya dalam pengelolaan sampah, Kota Bogor akan memiliki instalasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik pada awal tahun 2028. Tinggal hal yang harus dipikirkan adalah menumbuhkan, mendorong, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam retribusi persampahan yang benar,” ujar Dedie dikutip wartawan media ini Kamis (23/7/2026).
Ia menegaskan, seluruh pembangunan yang dilakukan saat ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Bogor.
Karena itu, pembangunan harus diimbangi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.
“Apa yang kita nikmati hari ini adalah jerih payah para pendahulu. Apa yang kita lakukan hari ini akan dinikmati oleh generasi mendatang. Ini menjadi hal yang perlu kita perjuangkan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Barat III, Romadhaniah, mengajak masyarakat dan para wajib pajak memanfaatkan forum konsultasi sebagai wadah menyampaikan masukan terhadap pelayanan perpajakan.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan membantu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat kemitraan antara DJP dan pemerintah daerah.
Sementara itu, upaya Pemkot Bogor dalam mengembangkan pembiayaan kreatif sebelumnya telah memperoleh apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri.
Pada Juni 2026, Kota Bogor ditetapkan sebagai salah satu pemerintah daerah terbaik dalam kategori creative financing bersama Kota Surabaya dan Kota Semarang.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan Pemkot Bogor menghadirkan inovasi pembiayaan pembangunan yang tidak hanya mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pajak, maupun retribusi daerah, tetapi juga memanfaatkan berbagai skema pendanaan alternatif untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. (opy)
