Rumah Kadis PUPR Digeledah, KPK Belum Buka Suara soal Dugaan OTT di Bengkulu

Informasi dugaan OTT KPK di Kota Bengkulu terus berkembang. Sejumlah nama beredar, namun hingga kini KPK belum memberikan keterangan resmi terkait pihak-pihak yang terlibat.

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:32 WIB
Rumah Kadis PUPR Digeledah, KPK Belum Buka Suara soal Dugaan OTT di Bengkulu
Rumah dinas Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu digeledah tim KPK. Foto: Hallonews/yopi

HALLONEWS.ID – Informasi mengenai dugaan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Bengkulu terus menjadi perhatian publik.

Meski sejumlah nama disebut-sebut berkaitan dengan penindakan tersebut, hingga Sabtu (25/7/2026) pagi KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai pihak yang diamankan maupun status hukum mereka.

Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat empat nama yang dikaitkan dengan dugaan OTT tersebut.

Mereka berinisial No, yang disebut menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Mu yang disebut sebagai kontraktor, De yang merupakan anggota DPRD Kota Bengkulu, serta Sa yang juga disebut berprofesi sebagai kontraktor.

Namun, sumber yang dihimpun Hallonews menyebutkan informasi yang mengaitkan dua nama, yakni No dan De, telah dibantah.

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi yang dapat memastikan benar atau tidaknya keterlibatan pihak-pihak yang namanya beredar.

Di sisi lain, tim penyidik KPK diketahui melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Jalan Barito, Kelurahan Padang Harapan, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Rumah tersebut merupakan kediaman Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman.

Penggeledahan berlangsung sekitar tujuh jam, dimulai pada Jumat (24/7/2026) pukul 21.00 WIB dan berakhir pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.48 WIB.

Berdasarkan pantauan di lokasi, penyidik diduga membawa sedikitnya enam koper yang dimasukkan ke dalam tiga kendaraan sebelum meninggalkan lokasi.

Meski demikian, KPK belum memberikan penjelasan mengenai isi koper tersebut maupun keterkaitannya dengan perkara yang sedang ditangani.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat dimintai konfirmasi mengenai kabar dugaan OTT di Bengkulu mengaku belum menerima informasi terkait.

“Sampai dengan saat ini tidak ada informasi tersebut,” ujar Budi.

Hingga berita ini diterbitkan, KPK belum mengumumkan secara resmi adanya operasi tangkap tangan di Bengkulu, identitas pihak yang diamankan, maupun penetapan tersangka dalam perkara tersebut.

Dengan demikian, informasi mengenai nama-nama yang beredar masih sebatas kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya. (opy)