Asik Main PlayStation, Tiga Begal Sadis di Bekasi Tak Berkutik Digerebek Polisi
Tiga anggota komplotan begal yang melukai pengendara motor di Bekasi ditangkap saat bermain PlayStation di kontrakan Karawang.

HALLONEWS.ID – Tiga anggota komplotan begal yang berulang kali beraksi sadis di Kabupaten Bekasi tak berkutik saat polisi menggerebek tempat persembunyian mereka di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Alih-alih berusaha kabur, para pelaku justru ditemukan tengah asyik bermain PlayStation di sebuah rumah kontrakan.
Penangkapan itu mengakhiri pelarian ketiga pelaku yang hampir sebulan diburu setelah diduga membacok seorang pengendara sepeda motor dan membawa kabur kendaraan korban di Jalan Raya Banjarsari, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi.
Kapolsek Sukatani AKP Nano Indratno mengatakan, aksi pembegalan tersebut terjadi pada Rabu (24/6) sekitar pukul 04.30 WIB. Korban, Mahfudin Azis (24), sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat Street seorang diri dari arah Tambelang menuju Sukatani.
Di perjalanan, korban dipepet oleh para pelaku yang membawa senjata tajam jenis celurit. Korban sempat berusaha mempertahankan kendaraannya, namun pelaku mengancam dan membacok punggung korban sebelum melarikan sepeda motor miliknya.
“Korban bertemu dengan para pelaku yang membawa senjata tajam jenis celurit. Korban dipepet, diancam, bahkan sempat disabet hingga mengalami luka bacok di bagian punggung,” kata Nano di Polres Metro Bekasi, Senin (27/7/2026).
Berbekal laporan korban, Unit Reskrim Polsek Sukatani yang dipimpin IPTU Hotman melakukan penyelidikan dengan mengolah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.
Hasilnya, keberadaan para pelaku terlacak di sebuah kontrakan di Gang Rigen, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang.
Tim Opsnal kemudian bergerak dan menggerebek lokasi. Saat pintu kontrakan dibuka, ketiga pelaku sedang bermain PlayStation sehingga tidak sempat melarikan diri.
Polisi menangkap KM alias Marko (21), RI alias Doni (19), dan MS (16). Dari lokasi penangkapan, petugas menyita satu bilah celurit, dua unit sepeda motor, dua helm, pakaian yang diduga digunakan saat beraksi, serta sebuah tas selempang.
Dalam pemeriksaan, para tersangka mengaku baru saja melakukan aksi pencurian dengan kekerasan di wilayah Cikarang Timur pada hari penangkapan. Pengakuan itu membuat penyidik berkoordinasi dengan Polsek Cikarang Timur untuk mengembangkan perkara.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, mereka mengakui baru saja melakukan pencurian dengan kekerasan di wilayah Cikarang Timur. Karena diduga terkait beberapa TKP, tersangka beserta barang bukti hasil kejahatan kami serahkan ke Polsek Cikarang Timur,” paparnya.
Polisi juga mendalami pengakuan para pelaku yang menyebut pernah melakukan aksi serupa di wilayah Pebayuran dan sejumlah lokasi lain di Kabupaten Bekasi. Dugaan tersebut masih dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain.
Dalam aksi pembegalan di Sukatani, korban kehilangan satu unit Honda Beat Street tahun 2025 bernomor polisi B 6331 YCT dengan nilai kerugian sekitar Rp24 juta.
Nano mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat berkendara pada malam hingga dini hari, terutama di ruas jalan yang sepi.
Menurut dia, pelaku begal umumnya mengincar pengendara yang melintas seorang diri sehingga masyarakat disarankan bepergian bersama atau bergabung dengan rombongan saat melintasi jalur yang rawan. (dul)
