46 Balita Stunting di Kota Bogor Terima Bantuan Gizi

PT Telkom Indonesia menyalurkan bantuan CSR berupa pemberian makanan tambahan bergizi kepada 46 balita stunting di Kota Bogor selama tiga bulan untuk mendukung percepatan penurunan stunting.

Senin, 27 Juli 2026 - 22:31 WIB
46 Balita Stunting di Kota Bogor Terima Bantuan Gizi
Balita stunting di Kota Bogor menerima bantuan makanan tambahan bergizi dari PT Telkom Indonesia melalui program CSR. Humas Pemkot Bogor for Hallonews

HALLONEWS.ID – PT Telkom Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menyalurkan bantuan pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi kepada 46 balita stunting di Kecamatan Bogor Barat dan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Bantuan tersebut diberikan selama tiga bulan sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan penurunan angka stunting.

Kick Off Penyaluran Bantuan untuk Balita Stunting digelar di Aula Kecamatan Bogor Barat, Senin (27/7/2026).

Penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan oleh General Manager Telkom Indonesia Wilayah Priangan Barat, Ferry Zuljanna, dan disaksikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TPPPS) Kota Bogor.

Jenal Mutaqin mengatakan bantuan yang diberikan berupa makanan tambahan bergizi, seperti telur, ayam, dan ikan. Program tersebut akan dievaluasi setiap bulan untuk memantau perkembangan kondisi balita penerima manfaat.

“Program bantuan ini berlangsung selama tiga bulan. Setiap bulan akan dilakukan evaluasi, dengan pemberian makanan tambahan bergizi berupa telur, ikan, atau ayam,” ujar Jenal.

Ia mengapresiasi keterlibatan Telkom Indonesia sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Bogor dalam upaya menekan angka stunting.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi faktor penting untuk mewujudkan target zero new stunting dalam lima tahun ke depan.

Jenal menambahkan, TPPPS Kota Bogor terus melakukan evaluasi terhadap anak-anak yang belum mendapatkan intervensi sekaligus memperluas pendampingan kepada keluarga berisiko stunting (KRS), termasuk ibu hamil dan balita yang membutuhkan perhatian khusus.

“Upaya ini tentu membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, termasuk sektor swasta,” katanya.

Sementara itu, General Manager Telkom Indonesia Wilayah Priangan Barat, Ferry Zuljanna, mengatakan program tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan tanggung jawab sosial.

Menurut Ferry, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Ini merupakan bantuan sosial perusahaan untuk mendukung pengentasan stunting di Kota Bogor. Pengentasan stunting tidak mungkin berhasil tanpa kolaborasi,” ujarnya.

Ferry menegaskan, Telkom Indonesia tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan telekomunikasi dan digital, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

“Kami berharap bantuan CSR ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Kota Bogor, Ara Wiraswara, menjelaskan bahwa Telkom Indonesia menjadi bapak asuh bagi 46 balita stunting yang tersebar di dua kecamatan.

Sebanyak 30 balita berada di Kecamatan Bogor Barat dan 16 balita lainnya di Kecamatan Tanah Sareal. Masing-masing akan menerima bantuan tambahan protein berupa telur, ayam, atau ikan setiap pekan selama tiga bulan.

Ara juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bogor telah mengembangkan dashboard pelaporan stunting melalui aplikasi Bogor Besti (Bogor Beres Stunting). Sistem tersebut memungkinkan para donatur memantau perkembangan anak asuh secara transparan.

“Melalui Dashboard Bogor Besti, termasuk Telkom Indonesia, dapat memonitor perkembangan anak asuhnya selama tiga bulan ke depan sehingga penyaluran bantuan lebih transparan dan terukur,” tuturnya. (opy)