ASN Baru Kemnaker Dilantik, Yassierli Warning Integritas dan Kompetensi Jadi Kunci Karier

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli melantik 976 ASN Kemnaker dan menegaskan pentingnya integritas, kompetensi, serta kemampuan adaptasi menghadapi transformasi dunia kerja digital.

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:30 WIB
ASN Baru Kemnaker Dilantik, Yassierli Warning Integritas dan Kompetensi Jadi Kunci Karier
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli melantik dan mengambil sumpah 976 Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor Kemenaker. Foto: Kemenaker for Hallonews

HALLONEWS.ID – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli melantik dan mengambil sumpah sebanyak 976 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan dalam prosesi yang digelar di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa pengabdian baru para ASN di tengah tantangan dunia ketenagakerjaan yang terus berubah, mulai dari perkembangan teknologi digital hingga transformasi pola kerja nasional.

Dalam sambutannya, Yassierli menegaskan para ASN yang baru dilantik diharapkan mampu menjalankan amanah jabatan secara profesional dan bertanggung jawab sesuai tugas yang diemban.

“Saya percaya saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan,” ujar Yassierli saat prosesi pelantikan berlangsung di Ruang Serbaguna Kemnaker.

Dari total ASN yang dilantik, sebanyak 954 orang resmi diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ratusan di antaranya langsung menduduki jabatan fungsional pada pengangkatan pertama.

Selain itu, terdapat puluhan ASN yang melakukan perpindahan ke jabatan fungsional, termasuk seorang pejabat pimpinan tinggi pratama yang beralih tugas menjadi mediator hubungan industrial.

Dalam arahannya, Menaker mengingatkan bahwa jenjang karier ASN bersifat kompetitif sehingga setiap pegawai dituntut memiliki kemampuan dan kualitas yang terus berkembang.

Menurutnya, penguatan sistem merit di lingkungan birokrasi akan membuat proses promosi jabatan berjalan semakin terbuka dan berbasis kompetensi.

Karena itu, Yassierli meminta seluruh ASN terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing secara sehat di lingkungan kerja pemerintahan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dengan menghindari praktik gratifikasi, nepotisme, maupun konflik kepentingan yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Selain integritas, Yassierli mendorong seluruh ASN memiliki pola pikir berkembang atau growth mindset dengan terus mempelajari keterampilan baru, termasuk teknologi informasi, kecerdasan buatan, pengelolaan data, komunikasi publik, hingga administrasi pemerintahan.

Menurut dia, kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting agar ASN tetap relevan menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat.

Di akhir arahannya, Menaker mengajak seluruh jajaran Kemnaker memperkuat kerja sama lintas unit dan menghilangkan sekat birokrasi internal demi membangun organisasi yang solid dan terintegrasi.

Ia menegaskan seluruh pegawai merupakan bagian dari satu keluarga besar Kementerian Ketenagakerjaan yang memiliki tujuan bersama dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (agn)