Banjir Kepung 75 Titik di 8 Kecamatan Kabupaten Bekasi, 19.408 KK Terdampak
Banjir melanda 75 titik di 8 kecamatan Kabupaten Bekasi. BPBD mencatat 19.408 KK terdampak, ratusan warga mengungsi, dan lahan pertanian terendam.

HALLONEWS.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi sejak Kamis (19/2/2026) malam memicu rangkaian bencana hidrometeorologi. Banjir, longsor, dan angin puting beliung terjadi di 75 titik kejadian hingga Jumat (20/2/2026) pukul 18.00 WIB.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi, Muchlis, menyebutkan bencana kali ini berdampak pada 19.408 kepala keluarga (KK). Sebanyak 94 KK atau sekitar 376 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah terendam dan akses terputus.
“Tim kami masih melakukan pendataan lanjutan. Evakuasi dan distribusi bantuan logistik sudah dilakukan di sejumlah lokasi terdampak,” ujar Muchlis.
Sebaran Banjir dan Longsor
Kecamatan Babelan menjadi salah satu wilayah terdampak cukup luas. Genangan dengan tinggi muka air (TMA) 20–40 sentimeter merendam Desa Hurip Jaya, Babelan Kota, Muarabakti, Kedung Pengawas, dan Buni Bakti. Di Kelurahan Kebalen, longsor dilaporkan terjadi di dua titik permukiman.
Di Kecamatan Tambun Utara, banjir dengan TMA 30–100 sentimeter menggenangi Desa Satriajaya, Satria Mekar, Srijaya, Srimukti, dan Sriamur. Angin puting beliung dilaporkan menerjang Desa Srimukti, sementara longsor terjadi di Desa Karangsatria.
Kondisi lebih parah terjadi di Kecamatan Cikarang Timur. Banjir setinggi 50–170 sentimeter merendam Desa Tanjungsari dan Karangraharja, memutus akses jalan lingkungan dan memaksa warga mengungsi.
Di Kecamatan Cabangbungin, banjir merendam Desa Jayalaksana (TMA 20–40 cm), sedangkan Desa Setialaksana terdampak angin puting beliung. Banjir juga meluas ke Kecamatan Cibitung, Muara Gembong, hingga wilayah selatan seperti Desa Sukamekar dengan TMA 30–100 cm.
BPBD turut mencatat kejadian longsor di sejumlah desa, antara lain Sukabungah, Sukamukti, Sukaragam, dan Jayasampurna. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa.
Ratusan Mengungsi, Ribuan Hektare Terendam
Hingga Jumat sore, tercatat tiga lokasi pengungsian, yakni di Kantor Kecamatan Tambun Utara serta dua titik di Desa Karangraharja. Total pengungsi mencapai 376 jiwa.
Selain permukiman, sekitar 1.026 hektare lahan pertanian terdampak banjir, berpotensi mengganggu produksi pangan lokal.
BPBD Kabupaten Bekasi bersama BPBD Provinsi Jawa Barat, TNI-Polri, Tagana, PMI, relawan kebencanaan, BBWS, dan PJT II terus melakukan pendataan, evakuasi, pendirian tenda, serta distribusi bantuan logistik.
Muchlis menegaskan, prioritas utama adalah keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. (dul)
