Kemendagri dan KEPP Otsus Papua Percepat Investasi dan Hilirisasi Kakao di Yapen
Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan Papua Produktif dalam kerangka Otonomi Khusus (Otsus), yang tak hanya fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan, tetapi juga penguatan ekonomi berbasis komoditas lokal.

HALLONEWS.ID – Pemerintah pusat mulai menggeber pengembangan komoditas kakao di Tanah Papua. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua mendorong percepatan investasi dan hilirisasi kakao di Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel).
Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan Papua Produktif dalam kerangka Otonomi Khusus (Otsus), yang tak hanya fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan, tetapi juga penguatan ekonomi berbasis komoditas lokal.
Direktur Penataan Daerah dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Ditjen Otda Kemendagri, Sumule Tumbo, menegaskan bahwa pengembangan kakao merupakan strategi pemberdayaan masyarakat asli Papua (OAP) melalui sektor riil.
Rapat koordinasi percepatan pembangunan ekonomi yang digelar di Jakarta mempertemukan kementerian teknis, pemerintah daerah, serta investor nasional untuk membangun ekosistem industri kakao dari hulu ke hilir.
Anggota KEPP Otsus Papua, Billy Mambrasar, menyebut langkah ini sejalan dengan arahan Prabowo Subianto agar daerah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan komoditas unggulan.
“Yapen, Jayapura, dan Mansel memiliki potensi kakao yang besar. Tantangan utamanya selama ini adalah akses pasar dan investor. Sekarang komitmen itu sudah mulai terbentuk,” ujarnya.
Selama lebih dari dua dekade, petani kakao di Kepulauan Yapen berjuang memasarkan hasil panen tanpa dukungan penampung tetap. Minimnya akses investasi membuat produksi belum berkembang maksimal.
Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, menyambut positif kolaborasi ini. Ia berharap komitmen pemerintah pusat dan investor menjadi titik balik kebangkitan kakao Papua.
Jika akselerasi ini berjalan sesuai rencana, Papua berpeluang menjadi salah satu sentra kakao nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal. (min)
