Bantuan Rumah Korban Bencana di Aceh Diusulkan Naik hingga Rp80 Juta
Pemerintah mengusulkan kenaikan bantuan pembangunan hunian tetap (huntap) korban bencana di Aceh dari Rp60 juta menjadi Rp80 juta per unit.

HALLONEWS.ID – Pemerintah tengah mengupayakan peningkatan bantuan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi Siklon Senyar di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Nilai bantuan yang saat ini sebesar Rp60 juta per unit diusulkan naik menjadi hingga Rp80 juta per unit. Usulan kenaikan ini muncul setelah hasil peninjauan di lapangan menunjukkan bahwa besaran anggaran awal dinilai belum mencukupi untuk membangun rumah layak huni.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan penyesuaian anggaran menjadi kebutuhan mendesak agar kualitas hunian yang dibangun tetap sesuai standar dan layak dihuni masyarakat.
“Apabila disetujui, baik menjadi Rp65 juta, Rp70 juta, atau bahkan Rp80 juta per unit, tentu kualitas rumah yang dibangun akan semakin baik dan lebih sesuai kebutuhan warga,” kata
Suharyanto di Aceh Tamiang dan Aceh Timur, Selasa (23/6/2026).
Program huntap in situ sendiri merupakan skema pembangunan rumah bagi warga yang rumahnya rusak berat akibat bencana, dengan pembangunan kembali di atas lahan milik penerima manfaat.
Setiap unit rumah dibangun dengan tipe 36 meter persegi yang terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi, serta ruang keluarga. Struktur bangunan menggunakan konstruksi permanen, mulai dari pondasi, dinding bata plester, rangka baja ringan, hingga atap spandek.
Saat ini, proses pembangunan masih terus berjalan sebagai bagian dari tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh. BNPB mencatat, hingga saat ini terdapat usulan sekitar 15.000 unit huntap in situ dari tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dari jumlah tersebut, ratusan unit telah mulai dibangun, dan sebagian lainnya sudah rampung serta diserahkan kepada warga.
Pemerintah menegaskan pembangunan dilakukan secara bertahap agar masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian yang lebih aman dan layak, meski prosesnya tidak dapat diselesaikan secara instan.
Selain meninjau proyek hunian, BNPB juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak di sejumlah titik lokasi. Sejumlah warga penerima manfaat mengaku bersyukur karena rumah mereka kini mulai dibangun kembali setelah sebelumnya rusak akibat bencana.
Kehadiran huntap tersebut menjadi harapan baru bagi warga untuk kembali menjalani kehidupan normal setelah terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut. (dul)
