BGN Tanggung Biaya Korban Keracunan MBG, SPPG Pondok Kelapa Disetop

BGN memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung dan menghentikan operasional dapur SPPG Pondok Kelapa usai insiden keamanan pangan.

Sabtu, 4 April 2026 - 17:30 WIB
BGN Tanggung Biaya Korban Keracunan MBG, SPPG Pondok Kelapa Disetop
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. Foto: Dok. BGN for Hallonews

HALLONEWS.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, memastikan pihaknya akan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh biaya pengobatan korban.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban di rumah sakit,” ujar Nanik dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/4/2026).

Sebagai langkah tegas, BGN juga menghentikan sementara operasional dapur SPPG Pondok Kelapa. Kebijakan ini diambil setelah ditemukan bahwa kondisi dapur, termasuk tata letak dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), belum memenuhi standar yang ditetapkan.

“SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang belum ditentukan hingga seluruh standar terpenuhi,” tegasnya.

Insiden ini bermula pada Jumat (3/4/2026), setelah sebelumnya pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait puluhan siswa yang mengalami gejala seperti sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi makanan pada Kamis (2/4/2026).

Menu yang disajikan saat itu antara lain spageti bolognese, bola-bola daging, scrambled egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.

Hingga saat ini, sebanyak 60 orang teridentifikasi terdampak. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik.

Dugaan sementara, insiden ini berkaitan dengan makanan yang tidak dalam kondisi segar saat dikonsumsi. Jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan penyajian diduga menjadi salah satu faktor penyebab.

BGN menegaskan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang serta memastikan standar keamanan pangan dalam Program MBG tetap terjaga. (agn)