CFD Bekasi Mendadak Jadi Lautan Penari, Aksi Ronggeng Nyentrik Bikin Warga Terpukau

Ribuan penari ronggeng nyentrik memadati CFD Bekasi di Jalan Ahmad Yani. Aksi kolosal ini mengubah jalan jadi panggung budaya raksasa.

Minggu, 26 April 2026 - 11:30 WIB
CFD Bekasi Mendadak Jadi Lautan Penari, Aksi Ronggeng Nyentrik Bikin Warga Terpukau
Humas Pemkot Bekasi for Hallonews foto : Aksi sejumlah penari ronggeng meriahkan CFD Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

HALLONEWS.ID – Pemandangan penuh warna muncul di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Minggu (26/4/2026) pagi.

Ribuan orang memadati kawasan Car Free Day (CFD), namun bukan sekadar untuk berolahraga melainkan menyaksikan pertunjukan tari kolosal yang mengubah jalanan menjadi panggung budaya raksasa.

Dalam momentum Hari Tari Sedunia, ribuan penari dari berbagai komunitas tampil serempak membawakan ronggeng nyentrik, tarian khas Bekasi yang penuh energi dan karakter.

Gerakan yang dinamis dan ritmis membuat suasana semakin hidup, menarik perhatian warga yang spontan berhenti untuk menyaksikan. Tak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen langka ini.

Jalan protokol yang biasanya dipadati kendaraan berubah menjadi lautan manusia yang larut dalam irama tari. Beberapa warga yang hadir terpukau dengan kegiatan itu. “CFD hari ini jadi lebih meriah dan menarik,” kata Ayu Rosika (30), warga Bekasi Barat.

Untitled 26 6
Humas Pemkot Bekasi for Hallonews
foto : Ribuan penari ronggeng meriahkan CFD Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

Kegiatan CFD hari ini, memang bebarengan dengan perayaan Hari Tari Sedunia. Momentum itu dimanfaatkan Pemerintah Kota Bekasi untuk menghadirkan suasana berbeda dengan menampilkan tarian khas Bekasi.

“CFD hari ini kita isi dengan energi budaya. Ini bukti bahwa Bekasi tidak hanya hidup secara fisik, tetapi juga kaya secara budaya,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Minggu (26/4/2026).

Perhelatan ini bukan sekadar hiburan. Pemerintah Kota Bekasi ingin menjadikan ruang publik sebagai tempat tumbuhnya ekspresi budaya sekaligus memperkuat identitas lokal.

Ronggeng nyentrik yang ditampilkan secara kolosal menjadi simbol bahwa budaya tradisional tetap hidup di tengah modernisasi kota. Bahkan, tarian ini disebut memiliki jejak sejarah panjang yang diyakini sudah ada sejak masa Kerajaan Tarumanegara.

Tri menegaskan, tari bukan hanya soal gerakan, melainkan bagian dari perjalanan intelektual dan budaya masyarakat. “Tari adalah identitas, nilai, dan sejarah. Ini yang harus kita jaga dan terus dikembangkan,” katanya.

Untitled 27 6
Humas Pemkot Bekasi for Hallonews
foto : Penampilan penari ronggeng meriahkan CFD Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

Sejak pagi, kawasan CFD dipenuhi warga dari berbagai penjuru Bekasi. Mereka datang bersama keluarga, komunitas, hingga sekadar ingin merasakan suasana berbeda di akhir pekan.

Ribuan penari yang bergerak serempak menciptakan visual yang memukau warna-warni kostum, irama musik, dan gerakan yang kompak menjadikan pertunjukan ini seperti festival budaya berskala besar.

Tak hanya menjadi tontonan, momen ini juga menghadirkan rasa bangga akan budaya lokal yang terus dijaga.

Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen untuk terus mengembangkan dan melestarikan budaya lokal, salah satunya melalui rencana pembangunan perpustakaan dan museum budaya.

Langkah ini diharapkan menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal akar budaya mereka. “Kita bukan hanya pelaku seni, tapi juga penjaga budaya. Ini akan terus kita hidupkan,” ucapnya. (dul)