Dana Operasional Tersendat, 10 SPPG di Kota Bogor Hentikan Layanan MBG
Sebanyak 10 SPPG di Kota Bogor menghentikan operasional program Makan Bergizi Gratis akibat keterlambatan pencairan dana. BGN memastikan layanan akan kembali normal.

HALLONEWS.ID – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor sempat mengalami gangguan akibat keterlambatan pencairan dana operasional.
Dampaknya, sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan kegiatan distribusi makanan bergizi untuk sementara waktu.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Bogor, Haidir, menjelaskan bahwa terdapat 10 SPPG yang terdampak keterlambatan penyaluran anggaran. Unit layanan tersebut berada di enam kecamatan berbeda di wilayah Kota Bogor.
Menurutnya, penghentian operasional hanya berlangsung selama satu hari. Kondisi tersebut terjadi karena dana operasional yang dibutuhkan untuk menjalankan layanan belum masuk sesuai jadwal.
Meski demikian, Haidir memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan. Seluruh dana yang sempat tertunda telah diterima oleh masing-masing SPPG sehingga aktivitas pelayanan dapat kembali berjalan normal.
“Dana operasional sudah diterima seluruhnya dan seluruh SPPG yang sempat terdampak akan kembali melayani penerima manfaat,” ujar Haidir dikutip wartawan media ini Selasa (9/6/2026).
Ia menegaskan bahwa gangguan tersebut bersifat sementara dan tidak menyebabkan penghentian layanan dalam waktu lama.
Oleh karena itu, distribusi makanan bergizi kepada masyarakat penerima manfaat dipastikan kembali berlangsung sesuai jadwal.
Saat ini, terdapat 135 SPPG yang beroperasi di Kota Bogor sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Setiap unit layanan rata-rata melayani sekitar 3.000 penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah.
Dengan kembali normalnya penyaluran dana operasional, BGN berharap seluruh SPPG dapat menjalankan tugasnya secara optimal sehingga program peningkatan gizi masyarakat tetap berjalan tanpa kendala berarti. (opy)
