Dari Kopassus ke Istana hingga Pangdam Jaya, Ini Profil Letjen TNI Deddy Suryadi
Letjen TNI Deddy Suryadi merupakan Pandam Jaya. Ia dikenal sebagai eks Kopassus dan mantan ajudan Presiden Jokowi dengan rekam jejak jabatan strategis di TNI AD.

HALLONEWS.ID – Kepemimpinan Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya/Jayakarta kini dijabat perwira tinggi berpangkat Letnan Jenderal TNI (bintang tiga). Perubahan ini merupakan bagian dari validasi organisasi yang dilakukan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Dengan penyesuaian tersebut, Mayjen TNI Deddy Suryadi yang sebelumnya menjabat Pangdam Jaya kini naik pangkat menjadi Letjen TNI. Kebijakan serupa juga terjadi di lingkungan kepolisian, di mana Kapolda Metro Jaya kini turut dijabat jenderal bintang tiga.
Letjen TNI Deddy Suryadi dikenal sebagai perwira tinggi TNI AD dengan latar belakang panjang di satuan elite Kopassus. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1996 dari kecabangan Infanteri, lahir pada 14 September 1973.
Sepanjang kariernya, Deddy banyak menempati posisi strategis di lapangan maupun di staf komando. Salah satu penugasan pentingnya adalah sebagai Ajudan Presiden RI ke-7 Joko Widodo pada periode 2017-2019.
Karier militernya dimulai dari satuan tempur hingga jabatan komando, di antaranya Komandan Batalyon 22 Grup 2/Sandi Yudha Kopassus, Dan Grup 2/Sandi Yudha, serta Komandan Kodim 0623/Cilegon. Ia juga pernah menjabat Dandenma Kopassus.
Setelah bertugas sebagai ajudan presiden, Deddy melanjutkan karier di sejumlah jabatan penting, seperti Kepala Staf Korem 061/Surya Kencana, Danrem 074/Warastratama, Wakil Danjen Kopassus, hingga Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro.
Puncak kariernya antara lain sebagai Danjen Kopassus dan Pangdam IV/Diponegoro sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kodam Jaya. Di bidang pendidikan militer, ia tercatat lulusan terbaik Seskoad Susreg XLVII tahun 2010 serta menempuh pendidikan Sesko TNI tahun 2019.
Dengan pengalaman di pasukan elite, jabatan strategis, hingga lingkaran istana, Letjen TNI Deddy Suryadi dinilai memiliki kapasitas kuat untuk memimpin Kodam Jaya yang merupakan salah satu komando kewilayahan strategis di Indonesia. (dul)
