DPRD DKI Bongkar Dugaan Permainan Anggaran di Balik Proyek Jalan

Kualitas proyek jalan di Jakarta dipertanyakan, DPRD DKI singgung potensi penyimpangan dana.

Rabu, 29 April 2026 - 20:50 WIB
DPRD DKI Bongkar Dugaan Permainan Anggaran di Balik Proyek Jalan
Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Muhammad Idris. Foto: Feris Pakpahan/Hallonews.

HALLONEWS.ID – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta melontarkan kritik terhadap kinerja Dinas Bina Marga yang dinilai setengah hati dalam merawat infrastruktur dan fasilitas publik di Kota Jakarta.

Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Muhammad Idris menegaskan, persoalan yang terjadi saat ini merupakan masalah lama dalam tata kelola pembangunan Jakarta, yakni proyek terus dibangun tetapi perawatan justru lemah.

Akibat kondisi tersebut, warga masih dihadapkan pada jalan rusak berulang, trotoar yang tidak tersambung, lampu penerangan jalan mati, hingga fasilitas umum yang cepat mengalami penurunan kualitas.

“Masalah ini bukan sekadar teknis, tetapi menyangkut pengawasan, kualitas proyek, koordinasi, dan orientasi anggaran,” ujar Idris, Rabu (29/4/2026).

Menurut Idris, kerusakan jalan yang terus muncul di sejumlah lokasi diduga dipicu buruknya kualitas pengerjaan galian utilitas oleh pihak ketiga setelah proyek selesai dilakukan.

“Akibatnya, jalan yang sebelumnya mulus kembali berlubang dan rusak, bahkan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan,” tukasnya.

Tak hanya itu, Idris juga menyoroti penggunaan material aspal hotmix yang disebut kerap tidak bertahan lama, khususnya saat menghadapi hujan deras dan cuaca ekstrem.

Ia meminta Dinas Bina Marga mulai berinovasi dalam penggunaan material agar pembangunan jalan di Jakarta memiliki kualitas lebih baik dan usia pakai lebih panjang.

“Pastikan juga seluruh pembangunan trotoar saling tersambung dan inklusif atau ramah disabilitas,” tegasnya.

Lanjutnya, selain itu, Komisi D DPRD DKI Jakarta mendesak evaluasi total terhadap seluruh aset jalanan, mulai dari jalan raya, jembatan, halte, trotoar hingga lampu penerangan jalan umum.

Menurut Idris, langkah tersebut penting agar kenyamanan, kelancaran, dan keselamatan warga Jakarta saat beraktivitas tetap terjamin.

“Kami mendorong Dinas Bina Marga untuk mengevaluasi dan memperbaiki kinerjanya secara berkelanjutan,” katanya.

“Seluruh fasilitas jalan harus dipastikan dalam kondisi baik dan terawat agar masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara nyata,” tambahnya.(fer)