DPRD DKI Tegaskan Transformasi Jakarta Tak Boleh Kehilangan Jati Diri Bangsa
DPRD DKI Jakarta mengingatkan transformasi Jakarta menuju kota global harus tetap berlandaskan Pancasila agar pembangunan tidak menjauh dari keadilan sosial.

HALLONEWS.ID – Menjelang usia ke-499 tahun pada Juni 2026, Jakarta terus bergerak menuju kota global dan pusat perekonomian dunia.
Namun di tengah ambisi besar tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengingatkan agar arah pembangunan tidak kehilangan pijakan ideologi bangsa.
Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua, menegaskan transformasi Jakarta harus tetap berakar pada nilai Pancasila.
“Kemajuan ekonomi tidak boleh mengorbankan rasa keadilan sosial maupun hak masyarakat kecil,” kata Inggard pada Jumat (29/5/2026).
Legislator Fraksi Partai Gerindra itu menilai pembangunan kota global harus tetap memberi ruang bagi perlindungan lingkungan, keberpihakan kepada warga lokal serta pemerataan kesejahteraan.
“Jakarta tidak boleh tumbuh hanya untuk segelintir kelompok, tetapi harus menjadi rumah yang adil bagi seluruh masyarakat,” ujar Inggard.
Ia menekankan DPRD memiliki tanggung jawab mengawal seluruh kebijakan daerah agar tetap selaras dengan semangat persatuan dan kepentingan publik.
Dalam perspektif Pancasila, lanjutnya, otonomi daerah bukan kebebasan tanpa arah, melainkan bentuk kemandirian yang tetap memikul tanggung jawab kebangsaan.
Inggard berharap Jakarta tidak hanya dikenal sebagai kota modern berkelas dunia, tetapi juga menjadi simbol kota yang tetap menjaga nilai kebangsaan dan keadilan sosial di tengah arus globalisasi.
“Karena itu, setiap kebijakan daerah harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, harmoni sosial dan perlindungan terhadap masyarakat,” tegasnya. (fer)
