IISAR 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Global dan Inovasi Teknologi Search and Rescue

IISAR 2026 resmi dibuka di PIK 2, Tangerang. Ajang internasional ini memperkuat kolaborasi, inovasi teknologi, dan kapasitas SDM Search and Rescue (SAR) untuk menghadapi tantangan global

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:30 WIB
IISAR 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Global dan Inovasi Teknologi Search and Rescue
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dipembukaan IISAR 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2. (Foto: Humas BMKG for hallonews)

HALLONEWS.ID – Indonesia International Search and Rescue Exhibition, Forum and Challenge (IISAR) 2026 resmi dibuka di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang.

Kegiatan yang berlangsung hingga 12 Juli 2026 ini menjadi forum internasional untuk memperkuat kolaborasi, inovasi teknologi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR).

IISAR 2026 menghadirkan berbagai unsur pemerintah, lembaga pencarian dan pertolongan, organisasi kemanusiaan, akademisi, pelaku industri teknologi, serta komunitas SAR dari dalam dan luar negeri.

Ajang ini menjadi ruang strategis bagi para pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan penanganan keadaan darurat dan bencana yang semakin kompleks.

Penyelenggaraan IISAR 2026 mengusung tiga agenda utama, yakni pameran teknologi SAR, forum diskusi internasional, serta kompetisi kemampuan penyelamatan yang mempertemukan para praktisi SAR profesional dari berbagai negara.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, saat menghadiri acara Indonesia International Search and Rescue Exhibition, Forum and Challenge (IISAR) 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang berharap, melalui forum tersebut, para peserta saling berbagi pengalaman, memperkenalkan inovasi teknologi terbaru, sekaligus memperkuat standar operasional dan prosedur penyelamatan agar semakin adaptif terhadap perkembangan kebutuhan di lapangan.

Menurutnya, IISAR 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan peran aktif dalam memperkuat jejaring kerja sama kemanusiaan di tingkat global.

“Kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, akademisi, dunia usaha, dan mitra internasional dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas penanganan bencana dan keadaan darurat,” ujarnya, dikutip Jumat (10/7/2026).

Selain menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan teknologi, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan serta budaya keselamatan.

Berbagai inovasi yang dipamerkan mencakup sistem komunikasi darurat, peralatan evakuasi modern, hingga metode operasi SAR berbasis teknologi terkini.

Dalam konteks penanggulangan bencana, keberhasilan respons darurat tidak hanya bergantung pada satu institusi, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.

Penguatan kapasitas personel SAR serta peningkatan interoperabilitas antarinstansi dinilai perlu terus dilakukan melalui latihan bersama, forum internasional, dan kerja sama lintas negara seperti IISAR 2026.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dan Founder IISAR Candra Tri Saktiyanto.

Turut hadir mewakili Kepala BNPB, Deputi Penanganan Darurat Mayjen TNI Budi Irawan, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Andi Eviana, serta Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat Brigjen TNI Djohan Darmawan.

Melalui penyelenggaraan IISAR 2026, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem pencarian dan pertolongan yang profesional, adaptif, dan berbasis inovasi.

Forum ini diharapkan mampu melahirkan kolaborasi baru sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan di masa depan. (opy)