Indonesia Jadi Sasaran? Menteri Imipas Ungkap Fakta Jaringan Penipu Internasional

Menteri Imipas, Agus Andrianto menegaskan pemerintah tak akan diam menghadapi sindikat penipu global di Indonesia.

Senin, 11 Mei 2026 - 16:30 WIB
Indonesia Jadi Sasaran? Menteri Imipas Ungkap Fakta Jaringan Penipu Internasional
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Hallonews/Feris Pakpahan

HALLONEWS.ID – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto mengungkap adanya dugaan jaringan scamming internasional yang beroperasi di sejumlah wilayah Indonesia.

“Pola kejahatan serupa ditemukan dengan dugaan pelaku berasal dari Jepang, China, hingga jaringan lain yang tersebar di Sukabumi, Bogor, Jakarta Barat, Kepulauan Riau, dan Tangerang,” katanya kepada Hallonews.id pada Senin (11/5/2026).

WNA Diduga Terlibat

Menurutnya, aparat menemukan sejumlah kasus penipuan digital atau scamming yang diduga dijalankan warga negara asing.

“Kasus serupa juga dilakukan oleh warga Jepang, kemudian dari China, dari daerah Sukabumi dan Bogor,” ujarnya.

Ia juga mengungkap adanya dugaan keterkaitan jaringan pelaku yang pernah diamankan di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, dengan kelompok lain di Kepulauan Riau.

Ratusan Pelaku Ditangkap

Dalam operasi penindakan terbaru, Kepolisian bersama Kemen Imipas melakukan penangkapan besar-besaran terhadap para pelaku.

Lanjutnya, sebanyak 210 orang diamankan di Kepulauan Riau, sementara 15 pelaku lain ditangkap di Tangerang, Banten sehari sebelumnya.

“Artinya memang pelaku-pelakunya orang-orang yang bisa on-off keluar masuk,” katanya.

Diduga Manfaatkan Bebas Visa

Ia menilai sebagian pelaku memanfaatkan kebijakan bebas visa untuk masuk ke Indonesia.

Bahkan, menurutnya, untuk warga negara kawasan ASEAN terdapat kemudahan mobilitas yang berpotensi disalahgunakan oleh jaringan kejahatan lintas negara.

Kamboja Diperketat, Indonesia Jadi Sasaran?

Menteri Agus juga menyinggung kondisi di Kamboja yang belakangan memperketat aktivitas mencurigakan.

Situasi itu diduga membuat sejumlah jaringan scamming mencari lokasi baru untuk menjalankan operasi.

“Mereka mencari tempat lain yang mungkin bisa membuat para pelaku bebas menjalankan usaha,” tuturnya.

Ia mencontohkan kelompok di Hayam Wuruk baru beroperasi sekitar dua bulan, sedangkan jaringan di Kepulauan Riau baru satu bulan.

Kemen Imipas Perkuat Pengawasan

Menghadapi ancaman tersebut, Menteri Agus menegaskan Kemen Imipas akan meningkatkan kewaspadaan terhadap jaringan perjudian online (judol) maupun scamming yang melibatkan pelaku asing di Indonesia.

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, kata dia, akan terus berkolaborasi dengan kementerian terkait, aparat kepolisian, serta instansi penegak hukum lainnya.

“Langkah itu dilakukan demi memberikan perlindungan kepada masyarakat dan menjaga keamanan wilayah Indonesia dari ancaman kejahatan lintas negara,” pungkasnya. (fer)