IPW Soroti Keberadaan Gus Yaqut di Luar Rutan, Sebut KPK Alami Tekanan Psikologis
IPW menilai KPK mengalami tekanan psikologis terkait keberadaan Gus Yaqut yang disebut tidak berada di rutan. Ada indikasi tersangka bisa membuka keterlibatan pihak lain.

HALLONEWS.ID – Keberadaan tersangka kasus dugaan pengelolaan kuota haji, Yaqut Cholil Qoumas, menjadi sorotan publik setelah disebut tidak berada di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Informasi ini pertama kali diungkap oleh Silvia Harefa, istri dari Immanuel Ebenezer atau Noel, saat menjenguk suaminya di Rutan KPK.
Silvia mengaku tidak melihat sosok yang akrab disapa Gus Yaqut tersebut sejak Kamis malam, 19 Maret 2026.
“Waktu itu saya tidak melihat Gus Yaqut. Informasinya keluar sejak Kamis malam,” ujar Silvia kepada wartawan, Sabtu (21/3/2026).
Ia juga menyebutkan, Gus Yaqut tidak terlihat saat para tahanan melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid KPK Merah Putih.
“Para tahanan sempat bertanya-tanya. Katanya ada pemeriksaan, tapi rasanya tidak mungkin kalau menjelang malam takbiran ada pemeriksaan. Sampai hari ini juga belum terlihat,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menilai kondisi ini mengindikasikan adanya tekanan psikologis terhadap KPK.
“Analisis saya, banyak pihak yang meminta KPK untuk menangguhkan penahanan tersangka Gus Yaqut,” ujar Sugeng, Minggu (22/3/2026).
Sugeng juga menduga, jika permintaan tersebut tidak dikabulkan, ada kemungkinan tersangka akan mengungkap keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.
“Ini ada tekanan. Dugaan saya, ada pihak lain yang bisa diungkap oleh tersangka jika penangguhan penahanan tidak diberikan,” tegasnya.
Sementara itu, Silvia memastikan kondisi Gus Yaqut dalam keadaan sehat saat terakhir diketahui berada di lingkungan rutan.
Kasus yang menjerat mantan Menteri Agama tersebut berkaitan dengan dugaan pengelolaan kuota haji, yang kini masih dalam proses penyidikan oleh KPK. (opy)
