Jamaah Umrah Resah, Agen Travel di Desa Mulai Kebanjiran Keluhan soal Kenaikan Tiket

Agen travel umrah di daerah mulai kebanjiran keluhan setelah harga tiket pesawat melonjak tajam dan membuat calon jamaah semakin resah.

Rabu, 20 Mei 2026 - 8:30 WIB
Jamaah Umrah Resah, Agen Travel di Desa Mulai Kebanjiran Keluhan soal Kenaikan Tiket
Harga tiket naik tajam, calon jamaah umrah di pedesaan kini dilanda kecemasan. Mereka terancam gagal ke Tanah Suci. Foto Hallonews/Feris Pakpahan

HALLONEWS.ID — Kenaikan harga tiket pesawat umrah tidak hanya mengguncang penyelenggara travel besar di kota-kota utama, tetapi juga mulai dirasakan agen perjalanan di berbagai daerah di Indonesia.
Salah satunya terjadi di Tegal, Jawa Tengah.

Agen travel umrah setempat mengaku mulai kebanjiran pertanyaan dan keluhan dari calon jamaah yang cemas dengan lonjakan biaya keberangkatan.

Umi Ana, agen travel umrah asal Tegal, mengatakan keresahan jamaah muncul setelah kabar kenaikan harga bahan bakar pesawat berdampak langsung terhadap tarif penerbangan menuju Arab Saudi.

Menurutnya, banyak jamaah khawatir biaya yang sebelumnya telah disepakati tiba-tiba berubah akibat kenaikan harga tiket pesawat.

“Jamaah sekarang jadi waswas. Mereka takut harus menambah biaya lagi,” ujarnya saat dihubungi Hallonews.id, Rabu (20/5/2026).

Kondisi tersebut membuat sebagian calon jamaah mulai mempertimbangkan ulang rencana keberangkatan mereka.

Tidak sedikit yang memilih menunda perjalanan sambil menunggu situasi kembali stabil dibanding harus menanggung biaya tambahan yang dianggap terlalu berat.

Di sisi lain, asosiasi travel umrah juga menghadapi tekanan besar karena harus menjaga kepercayaan jamaah di tengah perubahan harga yang terus bergerak.

Para pelaku usaha berharap pemerintah segera memberikan solusi agar kondisi tidak semakin memburuk.

Sekretaris Jenderal Amphuri, Zaky Zakaria Anshary, mengatakan sektor umrah memiliki dampak ekonomi yang luas karena melibatkan banyak lapangan pekerjaan dan rantai usaha.

“Jika lonjakan tiket terus dibiarkan, dampaknya akan dirasakan mulai dari travel, hotel, jasa handling, penjual perlengkapan ibadah, hingga pekerja sektor wisata religi,” katanya.

Ia menegaskan, keberlangsungan sektor umrah bukan hanya soal bisnis perjalanan, tetapi juga menyangkut pelayanan ibadah masyarakat Indonesia.

“Karena itu, para penyelenggara berharap ada perhatian serius dari regulator dan maskapai agar jamaah tidak terus menjadi korban kenaikan biaya penerbangan,” tandasnya. (fer)