Jangan Abaikan! Ini 3 Jenis Bahaya Erupsi Gunung Api yang Ancam Keselamatan Jiwa

Erupsi gunung api di Indonesia dapat menimbulkan bahaya primer, sekunder, hingga ikutan seperti lava, lahar, longsor, dan tsunami. Simak jenis bahaya dan langkah antisipasinya.

Kamis, 11 Juni 2026 - 7:45 WIB
Jangan Abaikan! Ini 3 Jenis Bahaya Erupsi Gunung Api yang Ancam Keselamatan Jiwa
Gunung Merapi di perbatasan Jateng dan DIY erupsi mengeluarkan guguran lava pijar beberapa waktu lalu. Foto/Badan Geologi ESDM for Hallonews

HALLONEWS.ID – Indonesia salah satu negara yang berada di wilayah cincin api (Ring of Fire) sehingga aktivitas gunung api sering terjadi.

Salah satu fenomena perlu diwaspadai adalah erupsi gunung api yang menimbulkan dampak besar bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Secara umum, erupsi gunung api proses keluarnya magma dari dapur magma di dalam perut bumi yang dipicu oleh aktivitas magma serta pergerakan lempeng tektonik.

Saat terjadi erupsi, material panas dan berbahaya dapat keluar ke permukaan dan menimbulkan berbagai risiko.

Melansir dari laman kemenkes.go.id menyebutkan dampak erupsi tidak hanya dirasakan pada kesehatan masyarakat di sekitar wilayah terdampak, tetapi juga dapat merusak lingkungan, infrastruktur, hingga mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi.

Berikut ini tiga jenis bahaya yang perlu diketahui saat terjadi erupsi gunung api

1. Bahaya Primer (Bahaya langsung dari erupsi)

Bahaya primer adalah ancaman yang muncul langsung saat gunung api meletus, di antaranya:
Aliran awan panas:

– Lahar letusan (lumpur panas)
– Aliran lava
– Gas vulkanik beracun
– Lontaran batu pijar

Bahaya ini biasanya terjadi dalam waktu cepat dan sangat berbahaya bagi wilayah yang berada dekat dengan pusat erupsi.

2. Bahaya Sekunder (Bahaya tidak langsung dari erupsi)

Bahaya sekunder muncul setelah atau sebagai dampak lanjutan dari erupsi, seperti:

– Lahar hujan
– Longsor vulkanik

Bahaya ini dapat terjadi ketika material vulkanik terbawa air hujan atau kondisi tanah menjadi labil akibat aktivitas vulkanik.

3. Bahaya Ikutan (dampak lanjutan erupsi)

Selain dampak langsung dan tidak langsung, erupsi juga dapat memicu bahaya lain, di antaranya:

– Tsunami (jika terjadi di gunung api bawah laut)
– Kelaparan akibat terganggunya pasokan pangan
– Banjir bandang akibat aliran material vulkanik

Dampak ini biasanya dirasakan lebih luas dan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Dengan memahami jenis-jenis bahaya erupsi gunung api, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan segera melakukan evakuasi jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik sesuai arahan petugas berwenang.

Selain itu, masyarakat di lokasi pengungsian juga diimbau untuk menjaga kebersihan dan kesehatan guna mencegah penyebaran penyakit di tengah kondisi darurat mengingat beberapa gunung di Indonesia terpantau erupsi.

Jika mengalami luka atau gangguan kesehatan selama proses evakuasi, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. (dul)