Kemacetan Jalan Daan Mogot Diprediksi Berlangsung Lama, Legislator Soroti Transportasi Publik

Proyek sistem tata air di Daan Mogot memicu rekayasa lalu lintas jangka panjang. DPRD DKI mendesak penambahan layanan transportasi umum untuk warga.

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:09 WIB
Kemacetan Jalan Daan Mogot Diprediksi Berlangsung Lama, Legislator Soroti Transportasi Publik
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana. Foto: Hallonews/Feris Pakpahan.

HALLONEWS.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI meminta masyarakat tidak hanya diminta mengurangi kendaraan pribadi, tetapi juga diberikan transportasi publik yang memadai selama proyek berlangsung.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana mengatakan pemerintah daerah harus memperkuat layanan transportasi umum selama proyek pembangunan sistem tata air di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat berlangsung.

“Peningkatan frekuensi transportasi publik menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi di tengah potensi kemacetan panjang,” ujarnya pada Minggu (24/5/2026).

Ia menilai jalur transportasi di kawasan Daan Mogot sebenarnya sudah cukup tersedia melalui layanan Transjakarta dan angkutan Jaklingko.

“Kalau masyarakat diminta mengurangi kendaraan pribadi, maka pemerintah juga harus menghadirkan solusi transportasi yang memadai,” katanya.

William mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menambah armada maupun jadwal operasional transportasi umum selama proses pembangunan berlangsung.

“Langkah tersebut dapat membantu menekan kepadatan kendaraan di kawasan proyek sekaligus mempermudah mobilitas warga,” jelasnya.

Ketua Fraksi PSI itu juga mengingatkan jangan sampai masyarakat hanya diminta memahami kondisi kemacetan tanpa dukungan kebijakan yang benar-benar membantu di lapangan.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas akibat proyek pembangunan sistem tata air pompa di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan, menyebut proyek tersebut menjadi bagian dari pembangunan rumah pompa pengendali banjir di kawasan Daan Mogot.

Pemerintah daerah menjadwalkan proyek konstruksi berlangsung hingga Agustus 2027. (fer)