Mahasiswa Semester Akhir Ngamuk dan Bacok Tante ASN di Dramaga Bogor
Seorang ASN di Bogor menjadi korban pembacokan oleh keponakannya sendiri, mahasiswa tingkat akhir yang diduga mengalami gangguan jiwa, usai salat subuh di Dramaga.

HALLONEWS.ID – Aksi kekerasan terjadi di wilayah Dramaga, Kabupaten Bogor, ketika seorang mahasiswa semester akhir diduga mengalami gangguan jiwa dan menyerang tante kandungnya yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
Peristiwa tersebut berlangsung di Perumahan Dramaga Hijau, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 05.00 WIB, tidak lama setelah korban pulang dari melaksanakan salat Subuh.
Kapolsek Dramaga, Agripinus Motani Zalukhu, menjelaskan bahwa korban berinisial NH awalnya mendapati pelaku berinisial MRA dalam kondisi emosi yang tidak stabil saat tiba di rumah.
Melihat situasi tersebut, korban berupaya menenangkan keponakannya. Namun, upaya tersebut justru memicu reaksi agresif dari pelaku.
“Korban mencoba menenangkan pelaku yang diduga sedang mengalami tekanan mental, namun tidak berhasil,” ujar Kapolsek.
Dalam kondisi tidak terkendali, pelaku masuk ke dalam rumah dan mengambil senjata tajam berupa golok yang disimpan di atas lemari. Ia kemudian menyerang korban secara membabi buta.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh, antara lain di pundak, telinga kiri, serta jari tangan kiri.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung bergerak cepat untuk mengamankan pelaku guna mencegah aksi lanjutan yang lebih berbahaya.
Setelah berhasil diamankan, pelaku bersama pihak keluarga dibawa ke Rumah Sakit Marzoeki Mahdi untuk mendapatkan penanganan medis sekaligus pemeriksaan kondisi kejiwaan.
Sementara itu, korban segera dilarikan ke RS Medika Dramaga guna menjalani perawatan intensif atas luka yang dideritanya.
Berdasarkan keterangan keluarga, pelaku diketahui tengah menjalani pengobatan terkait kondisi kejiwaan. Hubungan keduanya pun merupakan keluarga dekat, di mana korban adalah tante dari pelaku.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami kasus tersebut, termasuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku sebagai bagian dari proses hukum yang berjalan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama bagi individu yang tengah menjalani pengobatan, serta perlunya pengawasan dari lingkungan sekitar guna mencegah kejadian serupa. (opy)
