Mendagri Klaim Inflasi Bulanan di 3 Provinsi Terdampak Bencana Membaik

Mendagri Tito Karnavian menyebut inflasi bulanan di tiga provinsi terdampak bencana mulai membaik seiring pulihnya distribusi dan pasokan.

Senin, 6 April 2026 - 18:16 WIB
Mendagri Klaim Inflasi Bulanan di 3 Provinsi Terdampak Bencana Membaik
Mendagri Tito Karnavian Foto Kemendagri for Hallonews

HALLONEWS.ID – Menteri Dalam Negeri (Msndagri) Tito Karnavian mengklaim bahwa inflasi bulanan (month to month) di tiga provinsi terdampak bencana menunjukkan perbaikan.

Menurutnya, kondisi ini menjadi indikator bahwa upaya pemulihan sarana dan prasarana, baik sosial maupun ekonomi, mulai memberikan dampak positif terhadap ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Tito menegaskan, dalam pengendalian inflasi, indikator bulanan lebih mencerminkan kondisi riil di lapangan dibandingkan inflasi tahunan (year on year).

“Inflasi year on year penting untuk acuan nasional dan internasional, tetapi untuk pengendalian di lapangan, yang lebih tepat adalah month to month,” ujarnya.

Secara nasional, inflasi tercatat menurun dari 4,76 persen menjadi 3,48 persen. Sementara itu, inflasi bulanan juga mengalami penurunan dari 0,68 persen menjadi 0,41 persen.

Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain normalisasi tarif listrik serta meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang dan hari raya, yang berdampak pada sektor makanan, minuman, dan transportasi.

Untuk wilayah terdampak bencana, Sumatera Barat dan Aceh masing-masing mencatat inflasi bulanan sebesar 0,04 persen. Sementara itu, Sumatera Utara justru mengalami deflasi sebesar 0,13 persen.

Khusus di Aceh, sebelumnya sempat terjadi tekanan inflasi tahunan akibat gangguan distribusi, seperti terputusnya akses jalan dan pasokan barang.

Namun, kondisi tersebut kini mulai membaik seiring pemulihan distribusi. “Artinya, langkah yang dilakukan untuk menormalisasi kondisi di daerah terdampak sudah berjalan baik, karena suplai barang mulai kembali lancar,” jelas Tito.

Ia menekankan pentingnya menjaga momentum perbaikan ini melalui pemantauan komponen inflasi secara berkala serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Perbaikan inflasi di wilayah terdampak bencana ini menjadi sinyal positif bahwa stabilitas harga dan ketersediaan pasokan mulai kembali terjaga. (agn)