Mendunia Lewat 80 Menu Nusantara, Polri Bawa Nama Indonesia ke Panggung Global

Buku Rasa Bhayangkara Nusantara karya Wakapolri Dedi Prasetyo dan Dirgayuza Setiawan mendunia dari London, Davos, Washington hingga Jepang. Inilah strategi gastrodiplomasi Indonesia yang mencuri perhatian global.

Kamis, 5 Maret 2026 - 6:30 WIB
Mendunia Lewat 80 Menu Nusantara, Polri Bawa Nama Indonesia ke Panggung Global
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyerahkan Buku Rasa Bhayangkara Nusantara di acara Buka Puasa Bersama Ikatan Sakura Indonesia (ISI) dan Charge d’Affaires ad interim Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Rabu (4/3/2026). Hallonews

HALLONEWS.ID – Buku Rasa Bhayangkara Nusantara semakin memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.

Setelah hadir di London, tampil dalam forum bergengsi World Economic Forum di Davos, menjangkau Washington D.C., hingga Jeddah, kini karya tersebut resmi diperkenalkan di lingkungan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia.

Buku berjudul Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program itu dibawa langsung oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dalam agenda Buka Puasa Bersama Ikatan Sakura Indonesia (ISI) dan Charge d’Affaires ad interim Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Kehadiran buku ini di perwakilan Jepang menjadi simbol semakin luasnya jangkauan diplomasi budaya Indonesia di kawasan Asia Timur.

Perjalanan Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar seremoni simbolik. Setiap negara yang disinggahi membawa pesan strategis tentang pendekatan pembangunan Indonesia.

Di London, buku tersebut diserahkan kepada Duta Besar RI sebagai penguatan diplomasi kultural di Eropa.

Di Davos, karya ini tampil dalam forum World Economic Forum, memperkenalkan narasi kebijakan Indonesia berbasis budaya dan program sosial.

Di Washington D.C., buku menjadi bagian dari rangkaian diplomasi dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat.

Di Jeddah, penyerahan buku mempertegas eksistensi diplomasi Indonesia di kawasan Timur Tengah.
Kini, Jepang menjadi titik terbaru dalam ekspansi jejaring gastrodiplomasi nasional.

Langkah ini menunjukkan bahwa komunikasi kebijakan tak lagi terbatas pada forum resmi, melainkan juga melalui pendekatan budaya yang universal dan mudah diterima lintas bangsa.

Buku ini ditulis bersama oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo dan Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan.

Menurut Dirgayuza, buku tersebut sejak awal dirancang sebagai instrumen diplomasi negara yang menjembatani pemahaman global terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, Komjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa karya ini merupakan bentuk kontribusi konkret dalam memperkenalkan wajah Indonesia yang humanis dan progresif.

“Gastrodiplomasi menjadi bagian penting dalam menyampaikan pesan bahwa keamanan, kemanusiaan, dan kebijakan sosial dapat berjalan beriringan,” ujarnya.

Rasa Bhayangkara Nusantara memuat 80 menu bergizi dari berbagai daerah di Tanah Air. Namun lebih dari sekadar buku resep, karya ini membawa narasi besar tentang ketahanan pangan, pembangunan sumber daya manusia, dan penguatan identitas budaya nasional.

Dari Eropa, Amerika, Timur Tengah hingga Asia Timur, perjalanan buku ini menegaskan bahwa Indonesia mampu mengemas kebijakan strategis dalam pendekatan yang inklusif, komunikatif, dan berdaya saing global.

Kehadirannya di berbagai pusat diplomasi dunia menjadi bukti bahwa semangat Bhayangkara Nusantara tidak hanya menjaga keamanan dalam negeri, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat citra Indonesia di mata internasional. (min)