Menteri Jumhur Siapkan Roadmap Sampah RI Ditargetkan Tuntas Dua Tahun

Menteri LH Jumhur Hidayat menyiapkan roadmap penanganan sampah nasional yang ditargetkan rampung dua tahun, dengan Jakarta jadi contoh pengelolaan terintegrasi.

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:18 WIB
Menteri Jumhur Siapkan Roadmap Sampah RI Ditargetkan Tuntas Dua Tahun
Menteri LH Jumhur Hidayat menyatakan pemerintah tengah menyiapkan peta jalan penanganan sampah nasional. Foto: Kementerian LH for Hallonews

HALLONEWS.ID – Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyatakan pemerintah tengah menyiapkan peta jalan penanganan sampah nasional yang ditargetkan rampung dalam dalam dua tahun ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Jumhur saat menghadiri agenda Gerakan Pilah Sampah yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Menurut Jumhur, Jakarta menjadi salah satu daerah yang lebih dahulu menerapkan pola penanganan sampah secara terintegrasi dan dinilai dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Sesuai arahan Presiden, kami sedang mempersiapkan roadmap penanganan sampah agar dalam dua tahun selesai di seluruh Indonesia. Jakarta mendahului langkah itu,” ujar Jumhur.

Ia menjelaskan, sejumlah konsep dan kebijakan yang diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berpotensi diadopsi ke dalam kebijakan nasional untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di berbagai daerah.

“Beberapa gagasan dan pemikiran dari Jakarta bisa kita adopsi dan disinkronkan,” katanya.

Jumhur menilai persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah atau pendekatan birokrasi semata. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

Karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup mendorong gerakan pilah sampah dari sumbernya agar menjadi bagian dari budaya masyarakat.

“Kami berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi sekaligus gerakan nasional dalam memilah dan mengelola sampah,” ucapnya.

Selain itu, Jumhur juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat terhadap sampah. Ia menilai sampah tidak lagi semata-mata dipandang sebagai limbah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.

“Sampah yang tadinya dianggap musuh harus berubah menjadi sesuatu yang bernilai bagi masyarakat,” tandas Jumhur. (agn)