Miris! Balita 2 Tahun di Jatiasih Diduga Dianiaya Ayah Tiri, Alami Luka Serius

Kasus kekerasan balita di Bekasi viral. Korban 2 tahun diduga dianiaya ayah tiri hingga luka serius dan harus menjalani operasi.

Rabu, 22 April 2026 - 14:35 WIB
Miris! Balita 2 Tahun di Jatiasih Diduga Dianiaya Ayah Tiri, Alami Luka Serius
Ilustrasi kekerasan anak. Hallonews

HALLONEWS.ID – Kasus kekerasan terhadap anak kembali mengguncang publik.

Seorang balita perempuan berusia 2 tahun 8 bulan berinisial N, warga Kecamatan Jatiasih, Bekasi, diduga menjadi korban penganiayaan oleh ayah tirinya hingga mengalami luka serius.

Peristiwa ini terungkap saat korban dibawa ibunya ke fasilitas kesehatan pada Jumat (17/4/2026).

Namun, hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya sejumlah luka tidak wajar di tubuh korban yang memicu kecurigaan tenaga kesehatan.

Petugas menemukan luka bakar di beberapa bagian tubuh serta cedera serius di area sensitif. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak lingkungan setempat untuk ditindaklanjuti bersama aparat.

Ketua RT setempat, Komarudin, mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan setelah menerima laporan. Dari hasil penelusuran awal, dugaan kekerasan terhadap korban semakin kuat.

“Awalnya terlihat ada kejanggalan seperti luka bakar dan kondisi yang mencurigakan. Dari situ kami langsung tindak lanjuti,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Ibu korban sempat meminta pendampingan untuk membuat laporan polisi. Proses pelaporan kemudian dilakukan setelah dokumen pendukung dinyatakan lengkap.

Terduga pelaku yang merupakan ayah tiri korban telah diamankan oleh aparat kepolisian dan kini menjalani proses hukum di Polres Metro Bekasi Kota.

Sementara itu, kondisi korban dilaporkan masih dalam perawatan intensif di rumah sakit daerah. Ia harus menjalani tindakan medis akibat luka serius yang dideritanya.

Pemerintah daerah melalui Wali Kota Tri Adhianto menegaskan bahwa penanganan kasus ini tidak hanya fokus pada proses hukum, tetapi juga pemulihan korban secara menyeluruh.

Menurutnya, korban membutuhkan pendampingan jangka panjang, terutama dari sisi psikologis.

Pemerintah juga akan memberikan dukungan kepada keluarga agar proses pemulihan berjalan optimal.

“Fokus kami tidak hanya penanganan hukum, tapi juga pemulihan korban dan keluarga agar bisa kembali pulih,” ujarnya.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan anak serta peran lingkungan dalam mendeteksi dini potensi kekerasan di sekitar. (dul)