Nakhodai GEMA Keadilan DKI, Ghozi Zulazmi: Anak Muda Harus Jadi Pelaku Perubahan, Bukan Penonton

Ghozi Zulazmi resmi memimpin GEMA Keadilan DKI Jakarta periode 2026-2031 dan mengajak jutaan pemuda Jakarta mengambil peran strategis dalam pembangunan dan kepemimpinan masa depan.

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:45 WIB
Nakhodai GEMA Keadilan DKI, Ghozi Zulazmi: Anak Muda Harus Jadi Pelaku Perubahan, Bukan Penonton
GEMA Keadilan DKI Jakarta for Hallonews. Foto: Ketua GEMA Keadilan DKI Jakarta periode 2026–2031 Ghozi Zulazmi bersama para pengurus.

HALLONEWS.ID – GEMA Keadilan DKI Jakarta periode 2026–2031 resmi memulai babak baru setelah pelantikan pengurus yang digelar di Ruang M.H. Thamrin, Balai Kota, Jakarta Pusat pada Minggu (31/5/2026).

Acara tersebut dihadiri ratusan kader, tokoh masyarakat, pemuda, serta unsur pemerintah daerah.

Dalam momentum tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Fraksi PKS, Ghozi Zulazmi, resmi menerima mandat sebagai Ketua Umum GEMA Keadilan DKI Jakarta untuk lima tahun ke depan.

Dalam pidato perdananya, Ghozi menekankan pentingnya menghadirkan ruang aktualisasi yang lebih luas bagi generasi muda Jakarta.

“Lebih dari empat juta pemuda usia produktif di Jakarta merupakan aset strategis yang harus mendapatkan perhatian serius dalam pembangunan daerah,” ujarnya pada Selasa (2/6/2026).

Ia menilai generasi muda saat ini membutuhkan wadah yang mampu mendorong kreativitas, kepemimpinan, serta partisipasi aktif dalam menjawab berbagai tantangan perkotaan.

“Karena itu, GEMA Keadilan hadir bukan sekadar sebagai organisasi kepemudaan, melainkan sebagai gerakan yang bertugas melahirkan inisiatif, gagasan, dan solusi yang berdampak bagi masyarakat,” kata Ghozi.

Legislator Fraksi PKS itupun menegaskan bahwa pemimpin masa depan harus lahir dari keberanian untuk bergerak, berkolaborasi, dan hadir di tengah persoalan rakyat.

“Semangat itulah yang ingin ditanamkan kepada seluruh kader dan anggota GEMA Keadilan Jakarta,” ucapnya.

“Pelantikan ini sekaligus menjadi titik awal konsolidasi gerakan kepemudaan yang diharapkan mampu memperkuat kontribusi anak muda dalam pembangunan Jakarta menuju kota yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing,” tambahnya. (fer)