Pembangunan Giant Sea Wall di Jateng Direncanakan Sepanjang 274,7 Kilometer

Giant Sea Wall (tanggul laut) di Jateng membentang dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang.

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:30 WIB
Pembangunan Giant Sea Wall di Jateng Direncanakan Sepanjang 274,7 Kilometer
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto memberi penjelasan mengenai Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Foto : ekon.go.id

HALLONEWS.ID — Pembangunan Giant Sea Wall (tanggul laut) di wilayah pantai utara (pantura) Jawa Tengah direncanakan mencapai 274,7 kilometer. Pembangunan tanggul laut itu merupakan terpanjang di pantura Pulau Jawa.

“Pembangunan tol laut di Jawa Tengah ini paling panjang, dengan rob yang paling banyak juga tentunya,” kata Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Asha, saat audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur, Selasa (3/3/2026).

Didit menjelaskan, tanggul laut di Jateng membentang dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang.

Dia menjelaskan, urgensi dari pembangunan tanggul laut di sepanjang Pantura Jawa tersebut antara lain unuk menekan penurunan muka tanah (land subsidence), mitigasi risiko dampak bencana hidrometeorologi dan krisis air, serta meminimalisasi potensi kerugian ekonomi masyarakat Pantura.

Tahap pertama, jelas Didit, pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa Tengah akan dilakukan di wilayah Semarang dan sekitarnya. Mulai dari Kendal, Semarang, dan Demak, dengan panjang kurang lebih 33,5 kilometer. Secara detail nanti akan dibahas antara tim BOPPJ dengan tim dari pemerintah daerah setempat, termasuk Pemprov Jateng beserta perguruan tinggi yang terlibat.

Tahap berikutnya adalah tanggul Laut Brebes-Tegal-Pemalang-Pekalongan, dengan panjang sekitar 105 kilometer. Kemudian Pati-Rembang sekitar 74,3 kilometer.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menyambut baik rencana pembangunan Giant Sea Wall di wilayah Pantura Jawa tersebut. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki tipologi dengan risiko bencana rob, banjir, dan tanah longsor. Selain itu, penurunan muka tanah di Jawa Tengah setiap tahunnya berkisar antara 8-11 cm.

Dia menyampaikan, pembangunan tersebut harus terintegrasi dengan konsep tol laut yang ada di Kota Semarang. “Giant Sea Wall ini yang selalu kita tunggu-tunggu, untuk menyelesaikan masalah rob,” ujarnya.

Sebagai informasi, pertemuan tersebut untuk membahas rencana pembangunan tanggul laut di Pantai Utara Jawa, sebagai solusi penanganan banjur rob di kawasan Pantura. (gaa)