Perempuan Jadi Penggerak Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Kartini Day 2026 IPB University
Agrianita IPB University dan DWP Kemdiktisaintek menggelar gerakan perempuan untuk ketahanan pangan berkelanjutan melalui edukasi, urban farming, dan penguatan peran keluarga.

HALLONEWS.ID – Dalam rangka memperingati Kartini Day 2026, IPB University melalui Agrianita IPB University bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggelar kegiatan bertajuk “From Garden to Movement: Gerakan Perempuan untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan” di Kampus IPB Dramaga
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan komunitas.
Ketua Agrianita IPB University, Suci Nur Aini Zaida mengatakan, peringatan Kartini Day tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga membawa pesan edukatif dan gerakan nyata di tengah masyarakat.
“Ketahanan pangan dapat dimulai dari pekarangan rumah, keluarga, hingga komunitas sekitar. Kami berharap kegiatan ini menjadi pembelajaran bersama tentang pentingnya kemandirian pangan,” ujarnya dikutip wartawan media ini Sabtu (23/5/2026).
Berbagai aktivitas edukatif turut mewarnai kegiatan tersebut. Peserta diajak mengunjungi kebun produktif, mengikuti kuliah singkat mengenai ketahanan pangan, serta berpartisipasi dalam lomba memasak dan merangkai buah serta sayuran.
Selain itu, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi karena tidak hanya membahas ketahanan pangan, tetapi juga mendorong pola hidup sehat di lingkungan keluarga.
Penasihat DWP Kemdiktisaintek, Levy Olivia Brian Yuliarto menilai ketahanan pangan harus dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah, seperti menanam cabai atau tomat secara mandiri.
Menurutnya, aktivitas bercocok tanam juga memiliki nilai edukasi bagi anak-anak karena mengajarkan proses, kesabaran, dan tanggung jawab.
Ia menambahkan, keterbatasan lahan kini bukan lagi hambatan untuk bercocok tanam. Berbagai inovasi seperti tower garden dan wall garden memungkinkan masyarakat memanfaatkan ruang sempit menjadi area produktif.
Kolaborasi Perkuat Ketahanan Nasional
Sementara itu, Wakil Ketua II DWP Kemdiktisaintek, Fitri Arnia Khairul Munadi menegaskan bahwa gerakan perempuan berbasis pekarangan memiliki kontribusi penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada luas lahan pertanian, tetapi juga pada kemampuan keluarga menyediakan pangan sehat dan mandiri setiap hari.
Ia menilai kolaborasi antara IPB University dan DWP Kemdiktisaintek menjadi langkah strategis karena menggabungkan kekuatan riset dan inovasi dengan jaringan perempuan yang luas di masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, gerakan ketahanan pangan berbasis perempuan diharapkan terus berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak keluarga maupun komunitas di berbagai daerah. (opy)
