Mahasiswa Vokasi IPB Edukasi Warga Kedung Badak Pentingnya Membaca Label Pangan
Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University menggelar program “Cek Label Cegah Risiko” di Kelurahan Kedung Badak, Bogor, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membaca label dan kandungan gizi pada produk pangan.

HALLONEWS.ID – Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University melaksanakan kegiatan edukasi bertajuk “Cek Label Cegah Risiko” di Kelurahan Kedung Badak, Kota Bogor.
Program tersebut menjadi bagian dari kegiatan Kampus Desa yang dijalankan mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media.
Ketua pelaksana kegiatan, Ida Ayu Fatihabillah Cinta Virginia Zaelani, menjelaskan bahwa Kelurahan Kedung Badak dipilih setelah tim mahasiswa melakukan survei awal ke lokasi.
Sambutan positif dari pihak kelurahan menjadi salah satu alasan utama pelaksanaan program di wilayah tersebut.
Menurut Cinta, tema edukasi mengenai label pangan dipilih berdasarkan hasil identifikasi masalah yang ditemukan di tengah masyarakat.
Dari hasil pengamatan, masih banyak warga yang belum memahami pentingnya membaca informasi pada kemasan makanan sebelum membeli maupun mengonsumsi produk.
Ia menilai sebagian masyarakat hanya melihat produk secara sekilas tanpa memperhatikan kandungan gula, komposisi, maupun informasi nilai gizi yang tertera pada kemasan.
Padahal, informasi tersebut penting untuk membantu masyarakat memilih produk pangan yang lebih aman dan sesuai kebutuhan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai cara membaca label pangan dengan benar, mulai dari informasi kandungan gizi, komposisi bahan, hingga takaran saji dalam satu kemasan produk.
Cinta berharap kegiatan edukasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli makanan atau minuman kemasan.
Ia juga berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Sementara itu, dosen Sekolah Vokasi IPB University, Dr. Ir. Suparman, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi mata kuliah Diseminasi Informasi yang mewajibkan mahasiswa terjun langsung ke masyarakat melalui program Kampus Desa.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menjalankan sosialisasi, tetapi juga melakukan identifikasi persoalan dan analisis kebutuhan masyarakat sebelum menentukan program yang akan dilaksanakan.
“Mahasiswa belajar memahami kondisi masyarakat secara langsung, kemudian merancang solusi berdasarkan kebutuhan yang ditemukan di lapangan,” ujarnya dikutip wartawan media ini Senin (18/5/2026).
Dr. Suparman menambahkan, program Kampus Desa telah berlangsung sejak 2018 dan dilaksanakan di berbagai desa maupun kelurahan di Kota Bogor dengan beragam tema, seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia berharap program tersebut mampu meningkatkan kepedulian sosial mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penyelesaian persoalan di lingkungan masyarakat. (opy)
