Prabowo: Lebih Baik Uang Negara untuk MBG daripada Dikorupsi
Program MBG tidak hanya ditujukan untuk mengatasi persoalan gizi dan stunting, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia sekaligus penggerak ekonomi rakyat.

HALLONEWS.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyatakan anggaran negara lebih baik digunakan untuk memberi makan rakyat daripada dikorupsi.
Menurut Presiden, program MBG tidak hanya bertujuan mengatasi persoalan gizi dan stunting, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia sekaligus penggerak ekonomi rakyat.
Di tengah berbagai kritik dan tantangan fiskal, Presiden menegaskan bahwa program ini tetap menjadi prioritas pemerintah karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda enggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat. Saya kampanye sekian kali, saya di desa-desa, saya lihat,” kata Prabowo dalam dialog bersama para tokoh dan jurnalis senior dalam forum diskusi “Presiden Prabowo Menjawab” yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden dari kediamannya di Hambalang, Bogor.
Presiden menjelaskan bahwa program MBG juga memiliki dampak ekonomi yang luas melalui penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari dapur produksi hingga rantai pasok pangan.
Menurutnya, pada tahap puncak program nanti akan terdapat sekitar 30 ribu dapur MBG di seluruh Indonesia. Jika setiap dapur mempekerjakan sekitar 50 orang, maka program tersebut dapat menciptakan sekitar 1,5 juta lapangan kerja langsung.
Selain itu, setiap dapur juga akan melibatkan vendor dan pemasok bahan pangan seperti telur, sayur, dan bahan makanan lainnya yang juga menyerap tenaga kerja dari sektor pertanian dan UMKM.
“Setiap dapur menciptakan vendor-vendor supplier yang menjual telur, wortel, sayur. Tiap vendor mempekerjakan petani. Jadi dampaknya besar sekali bagi ekonomi rakyat,” ujar Prabowo.
Terkait berbagai kritik dan temuan di lapangan, Presiden mengakui masih terdapat kekurangan dalam implementasi program MBG. Namun, pemerintah telah mengambil langkah tegas untuk melakukan penertiban.
“Ada seribu lebih dapur yang sudah kita tutup,” ungkapnya.
Presiden juga menegaskan bahwa pembiayaan program MBG tidak berasal dari utang baru, melainkan dari efisiensi anggaran dan pengurangan kebocoran anggaran negara.
“Uang kita ada. Tinggal kita organisir, kita kurangi kebocoran,” tegas Prabowo.
Menurut Presiden, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memastikan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya kelompok bawah yang selama ini belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan.
“Rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan daripada ekonomi kita,” pungkasnya. (agn)
