Presiden Janji Bangun 1 Juta Rumah dengan Harga Terjangkau bagi Pekerja

Presiden Prabowo menargetkan pembangunan 1 juta rumah untuk pekerja guna menyediakan hunian terjangkau dengan fasilitas lengkap dan akses mudah ke tempat kerja.

Sabtu, 2 Mei 2026 - 8:00 WIB
Presiden Janji Bangun 1 Juta Rumah dengan Harga Terjangkau bagi Pekerja
Presiden Prabowo saat menghadiri perayaan Hari Buruh. (IG Prabowo for Hallonews).

HALLONEWS.ID – Pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan 1 juta rumah sebagai bagian dari upaya menyediakan hunian terjangkau bagi pekerja. Komitmen ini ditegaskan Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Jakarta.

Dalam pernyataannya, Presiden menekankan bahwa kebutuhan akan tempat tinggal yang layak masih jadi persoalan besar bagi kalangan pekerja. Karena itu, pemerintah akan mempercepat pembangunan perumahan dalam skala besar dengan target minimal 1 juta unit rumah yang mulai digarap tahun ini.

Program ini dirancang tak sekadar membangun rumah, tetapi juga menciptakan kawasan hunian terpadu. Setiap proyek perumahan akan dibangun dekat pusat industri dan kawasan kerja, sehingga pekerja tak lagi menghadapi waktu tempuh panjang yang melelahkan setiap hari.

“Tiap hunian terpadu akan terdiri dari 100 ribu rumah, rumah susun 100 ribu. Dan saya perintahkan harus ada sekolah, harus ada fasilitas olahraga, harus ada daycare, harus ada rumah sakit, dan yang paling penting harus ada transportasi, entah kereta api, bis, supaya pekerja bisa masuk ke kerja dengan lancar dan baik,” ujar Prabowo.

Target 1 juta rumah ini jadi lompatan signifikan dibanding capaian sebelumnya yang berada di kisaran ratusan ribu unit. Presiden menilai peningkatan skala pembangunan ini penting untuk mengejar backlog perumahan nasional yang masih tinggi.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah menyiapkan skema kredit jangka panjang dengan cicilan ringan. Pekerja diharapkan dapat mengalihkan pengeluaran sewa bulanan jadi cicilan kepemilikan rumah dengan tenor hingga 20–40 tahun. Dukungan pembiayaan berbunga rendah juga akan diperkuat melalui perbankan nasional.

Langkah ini diharapkan mampu membuka akses kepemilikan rumah bagi lebih banyak pekerja, khususnya mereka yang selama ini kesulitan membeli hunian akibat harga yang tinggi.

Dengan target pembangunan 1 juta rumah, pemerintah ingin menghadirkan solusi nyata terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Program ini sekaligus menjadi strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor perumahan. (wib)