Prof Ujang Sumarwan Apresiasi Kepemimpinan Andi Amran Sulaiman, Kolaborasi IPB–Kementan Berbuah Surplus Pangan
Guru Besar Institut Pertanian Bogor menilai kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berhasil mendorong kolaborasi strategis hingga Indonesia surplus beras dan jagung.

HALLONEWS.ID – Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Prof Ujang Sumarwan, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilai berhasil membangun kemitraan strategis antara pemerintah dan perguruan tinggi.
Menurut Ujang, kolaborasi yang erat antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan IPB menjadi langkah penting dalam menjawab kebutuhan industri berbasis pertanian.
“Pak Menteri Pertanian mengatakan bahwa Indonesia surplus beras dan jagung dan bahkan ekspor. Ini kabar baik. Keberhasilan ini karena adanya kolaborasi dengan IPB.
Keberhasilan surplus ini ditentukan oleh semua pihak ya,” kata Prof Ujang kepada wartawan media ini Jumat (10/4/2026).
Terkait sistim penyaluran pupuk subsidi ke petani dengan harga yang relevan, ia menegaskan, bahwa sejauh gejolak mengenai pupuk, harga pupuk, dan aksesibilitas dari pupuk tidak terdengar di masyarakat.
“Sejauh ini gejolak mengenai pupuk, harga pupuk, dan aksesibilitas dari pupuk tidak terdengar di masyarakat. Karena itu saya menganggap kebijakan ini, dalam tanda petik, sudah membuat petani nyaman. Namun tentu Kementerian Pertanian bersama BUMN pupuk harus selalu terus mengevaluasi kebijakan ini,” ujarnya.
“Dan sebaiknya ke depan, kemandirian petani memang harus kita capai, yaitu dengan cara mengurangi subsidi pupuk sedikit demi sedikit, sehingga subsidi pupuk bisa dialokasikan untuk program lain yang lebih relevan,” katanya lagi.
Saat ditanya, apakah luas lahan pesawahan dan lainnya masih memungkinkan Indonesia swasembada beras, termasuk bisa ekspor di tahun depan, Prof Ujang mengatakan, tentu jumlah produksi akan ditentukan oleh luas lahan dan juga oleh produktivitas.
Dan secara umum, luas lahan semakin berkurang dari tahun ke tahun karena adanya perubahan pemanfaatan lahan. Dan tentu ini tantangan bagi pemerintah, untuk membuka lahan pertanian di berbagai tempat kalau itu memang memungkinkan.
“Nah, saya yakin peluang kita untuk swasembada beras masih memungkinkan. Tentu kita harus perkuat SDM yang ada,” paparnya.
Prof Ujang mengaku, dirinya sangat menghargai Menteri Pertanian, Amran Sulaiman yang membangun kemitraan dan kolaborasi dengan perguruan tinggi, dan ini sangat penting.
IPB, kata Prof Ujang, siap merespons berbagai kebijakan strategis yang telah dirumuskan oleh Kementerian Pertanian.
“Dengan adanya kolaborasi yang intens antara IPB sebagai universitas dengan pemerintah, ini merupakan suatu langkah yang sangat bagus. IPB harus merespons, dan saya melihat kebijakan-kebijakan Kementerian Pertanian sangat baik,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kebijakan yang peduli terhadap petani merupakan kunci dalam meningkatkan kesejahteraan mereka.
Prof Ujang juga mengungkapkan dukungan penuh IPB terhadap pengembangan komoditas unggulan yang telah menjadi fokus Kementerian Pertanian.
“Kami sangat mendukung. Pak Menteri juga menyampaikan beberapa komoditas unggulan yang harus didukung oleh IPB. Pak menteri bilang, apa yang diperlukan oleh IPB, akan dibantu oleh Kementerian Pertanian. Ini langkah nyata kolaborasi,” katanya.
“Semangat peduli kepada petani yang sudah ditunjukkan oleh Menteri Pertanian ini harus ditularkan kepada kementerian yang lain. Semua program pemerintah, apapun namanya, ujungnya adalah petani atau masyarakat,” ujarnya.
“Saya menghimbau, agarenteri lain meniru pak menteri pertanian yang peduli terhadap petani melalui kebijakan yang menguntungkan,” tegasnya. (opy)
