Rekam Jejak Lengkap, Laksdya Hersan Menguat di Bursa Calon Kasal

Rekam jejak lengkap Laksdya TNI Hersan menguat di bursa calon Kasal. Dari komandan KRI hingga Irjen TNI, dinilai punya pengalaman tempur dan strategis kelas negara.

Senin, 2 Maret 2026 - 20:30 WIB
Rekam Jejak Lengkap, Laksdya Hersan Menguat di Bursa Calon Kasal
Calon Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Hersan (Dok Hallonews)

HALLONEWS.ID – Bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) kembali menghangat. Sejumlah perwira tinggi bintang tiga masuk radar, namun satu nama dinilai semakin menguat karena memiliki paket pengalaman yang lengkap: rekam jejak tempur, komando armada, hingga penugasan strategis di lingkar pengambil kebijakan nasional.

Nama tersebut adalah Hersan, Laksamana Madya (Laksdya) TNI yang saat ini menjabat sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pemerhati militer Dar Edi Yoga menilai, Laksdya Hersan termasuk figur yang memenuhi kebutuhan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) di era ancaman modern. Tantangan tersebut tidak hanya menyangkut pertahanan laut, tetapi juga pengelolaan organisasi besar, diplomasi pertahanan, serta integrasi kekuatan gabungan lintas matra.

“Kalau bicara calon Kasal yang punya kombinasi komando lapangan, pengalaman strategis, dan jejaring koordinasi nasional, nama Hersan termasuk yang paling siap,” ujar Dar Edi, Senin (2/3/2026).

Salah satu kekuatan utama Hersan adalah jalur kariernya yang konsisten dari level kapal perang hingga komando wilayah operasi strategis.

Ia pernah menjadi Komandan KRI Diponegoro-365 dan Komandan KRI Slamet Riyadi-352 pada 2014. Pengalaman memimpin kapal perang dinilai penting karena membentuk karakter perwira laut—ketegasan, disiplin, dan insting operasi.

Kariernya terus menanjak dengan berbagai jabatan strategis, antara lain:

Ajudan Presiden RI (2014–2016)

Danlanal Palembang (2016–2017)

Koorsmin Kasal (2017–2019)

Asrena Kaskogabwilhan II (2019–2021)

Danguspurla Koarmada II (2021–2022)

Staf Khusus Kasal (2022)

Sesmilpres Kemsetneg RI (2022–2023)

Pangkoarmada III (2023–2025)

Irjen TNI (2025–sekarang)

Dar Edi menilai, fase sebagai Pangkoarmada III menjadi salah satu catatan paling menentukan. Wilayah tersebut mencakup kawasan strategis Indonesia timur yang bersinggungan langsung dengan jalur pelayaran internasional serta dinamika geopolitik kawasan Indo-Pasifik.

Jabatan Hersan saat ini sebagai Irjen TNI dinilai memberi nilai tambah signifikan. Posisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengawasan internal, tetapi juga pemahaman menyeluruh mengenai: Standar kesiapan tempur lintas matra, Sistem pengadaan dan dukungan logistik, Tata kelola dan disiplin organisasi, Kontrol akuntabilitas anggaran pertahanan.

“Ke depan, Kasal tidak cukup hanya jago operasi. Ia harus kuat dalam governance. Kekuatan laut modern itu mahal dan kompleks. Di sinilah pengalaman Hersan menjadi nilai tambah,” ujar Dar Edi.

21 Bintang Tanda Jasa

Alumni AAL 1994 ini tercatat meraih 21 bintang tanda jasa sepanjang kariernya. Menurut Dar Edi, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan akumulasi panjang pengabdian dan konsistensi kinerja.

“Bintang tanda jasa itu rekam pengabdian. Itu penting untuk kepemimpinan yang akan mengomandoi seluruh TNI AL,” katanya.

Dar Edi menegaskan, Kasal berikutnya harus menjadi figur “kelas negara”, bukan sekadar pemimpin satuan.

Pengalaman Hersan sebagai ajudan Presiden dan Sesmilpres dinilai memberinya perspektif kebijakan strategis tingkat nasional.

“Kasal bukan hanya panglima di laut, tetapi juga aktor strategis negara. Hersan punya pengalaman di dua dunia: dunia tempur dan dunia kebijakan,” tegasnya.

Meski keputusan akhir tetap berada pada mekanisme internal dan kebijakan pimpinan, pengamat melihat nama Laksdya Hersan semakin diperhitungkan dalam bursa calon Kasal.

“Jika indikatornya pengalaman kapal perang, komando armada, jabatan strategis negara, serta posisi bintang tiga yang relevan, maka Hersan sangat layak dijagokan,” katanya. (gin)