Rumah Dadan Hindayana di Bogor Sepi Usai Dicopot dari Jabatan Kepala BGN
Rumah mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, di Kota Bogor terlihat sepi dan setelah muncul kabar Dadan dicopot dari jabatan.

HALLONEWS.ID – Kediaman mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang berada di kawasan Taman Cimanggu, Kota Bogor, Jawa Barat, tampak lengang pasca pergantian kepemimpinan di tubuh BGN.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (3/6/2026), rumah dua lantai yang berada di Jalan Anyelir 1, RT 04/RW 09, Kelurahan Tanah Sareal, terlihat tertutup rapat.
Pintu, jendela, serta pagar rumah dalam kondisi terkunci dan tidak tampak adanya aktivitas penghuni maupun tamu yang datang.
Seorang petugas keamanan lingkungan setempat, Hamzah (64), mengatakan bahwa rumah tersebut sudah kosong sejak Dadan berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.
Menurutnya, hingga kini belum terlihat tanda-tanda kepulangan Dadan maupun aktivitas lain di kediaman tersebut.
“Setahu saya beliau berangkat haji beberapa waktu lalu. Sejak itu rumah terlihat kosong dan belum ada aktivitas sampai sekarang,” ujar Hamzah dikutip wartawan media ini.
Hamzah mengaku telah bekerja sebagai satpam di kawasan tersebut selama lebih dari dua dekade.
Ia menyebut Dadan telah menetap di lingkungan itu sejak sebelum dirinya bertugas. Meski dikenal sebagai sosok yang baik, Dadan disebut tidak terlalu aktif berinteraksi dengan warga sekitar.
“Orangnya baik, tetapi memang tidak terlalu sering bersosialisasi dengan lingkungan,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa sebelum berangkat ke Tanah Suci, tidak ada kegiatan khusus seperti acara doa bersama atau pelepasan yang melibatkan warga sekitar.
Menurut Hamzah, selama menjabat sebagai Kepala BGN, Dadan tetap rutin pulang ke rumah tersebut setiap malam setelah beraktivitas.
Namun sejak keberangkatannya untuk ibadah haji, rumah tersebut terlihat kosong tanpa kunjungan tamu.
“Biasanya beliau berangkat pagi dan pulang malam. Tapi sejak berangkat haji, tidak ada aktivitas dan tidak ada tamu yang datang,” tuturnya.
Sorotan terhadap Dadan Hindayana muncul setelah pemerintah melakukan pergantian jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional.
Selain Dadan, dua pejabat lainnya yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung juga diberhentikan dari jabatannya.
Pemerintah kemudian menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Sementara posisi wakil kepala diisi oleh Mayjen Trenggono dan Agustina Arumsari.
Pergantian tersebut terjadi di tengah perhatian publik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah.
Selain itu, Kejaksaan Agung juga melakukan penggeledahan di Kantor BGN di Jakarta pada Rabu (3/6/2026).
Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang, Menteri Sekretaris Negara, menegaskan bahwa perubahan kepemimpinan di BGN tidak akan memengaruhi pelaksanaan Program MBG.
Menurutnya, pemerintah tetap berkomitmen menjalankan program tersebut sesuai target dan rencana yang telah ditetapkan.
“Pemerintah menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis yang dilaksanakan oleh BGN,” kata Prasetyo dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta. (opy)
