Sadis! Dua Begal Bersenjata di Jakarta Diduga Beraksi di 190 TKP dalam 5 Bulan

Dua begal bersenjata yang ditembak polisi diduga telah beraksi di 190 TKP sejak Desember 2025. Pelaku disebut menggunakan senjata api saat beraksi.

Sabtu, 23 Mei 2026 - 9:00 WIB
Sadis! Dua Begal Bersenjata di Jakarta Diduga Beraksi di 190 TKP dalam 5 Bulan
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannuddin. Foto/Polda Metro for Hallonews

HALLONEWS.ID – Polisi membongkar rekam jejak mengejutkan dua begal bersenjata yang ditembak Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya. Kedua pelaku diduga telah menjalankan aksi pencurian dengan kekerasan di 190 lokasi berbeda hanya dalam waktu sekitar lima bulan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannuddin mengatakan, dua pelaku berinisial AE dan HI itu disebut aktif beraksi sejak Desember 2025 hingga Mei 2026 di sejumlah wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Dari informasi sementara yang kami dapatkan, mereka sudah melakukan aksi di 190 TKP sejak Desember 2025 sampai Mei 2026,” kata Iman, Sabtu (23/5/2026).

Kedua pelaku diketahui terlibat dalam aksi begal disertai penembakan di kawasan Kebon Jeruk. Polisi menyebut keduanya merupakan pelaku berbahaya karena menggunakan senjata api saat menjalankan aksi kriminal.

Iman menegaskan, tindakan tegas dan terukur yang dilakukan petugas bukan tanpa alasan. Langkah itu diambil karena situasi di lapangan dinilai membahayakan keselamatan warga maupun aparat.

“Petugas mengambil tindakan tegas dan terukur hanya terhadap pelaku yang membahayakan keselamatan masyarakat dan petugas,” ujarnya.

Menurut dia, tidak semua pelaku kejahatan langsung ditembak. Polisi hanya menerapkan tindakan tegas terhadap tersangka yang membawa dan menggunakan senjata api karena berisiko tinggi memicu korban jiwa.

“Seluruh tersangka yang dilakukan tindakan tegas dan terukur adalah pelaku yang menggunakan senjata api,” ungkapnya.

Kasus ini menjadi sorotan karena dalam beberapa hari terakhir Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya terus memburu kelompok kriminal jalanan yang meresahkan warga Jakarta dan sekitarnya.

“Kami tengah mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terhubung dengan kedua pelaku,” tandasnya. (dul)